Penerimaan Mahasiswa Baru
Identitas Joki UTBK di Malang Berhasil Dibongkar, Diduga Palsukan KTP hingga Ijazah
Universitas Negeri Malang (UM) berhasil mengantongo identitas joki UTBK. Sebut proses investigasi masih berlangsung
"Artinya dugaan sementara berarti si Joki ini memalsukan identitas berupa identitas KTP, kemudian ijazah juga gitu" jelas Evi.
Ia menuturkan, tahun lalu juga ditemukan joki dengan modus yang sama di beberapa lokasi ujian.
"Iya, tahun lalu kan juga ada ya yang ditemukan di beberapa lokasi yang sama. Jadi, satu orang itu bisa ada di beberapa kartu peserta ujian dengan lokasi dan jadwal tes yang berbeda" beber Evi.
Joki UTBK di Unesa Surabaya
Panitia UTBK di Universitas Negeri Surabaya (Unesa) Jawa Timur berhasil membongkar modus kecurangan yang dilakukan oleh penjoki UTBK.
Pelaku menggunakan nama milik orang lain, namun mengganti foto pakai foto pelaku pada dokumen resmi.
"Modusnya menggunakan identitas yang dijoki. Namanya tetap nama peserta asli, tetapi fotonya diganti dengan orang yang mengerjakan ujian," ujar Wakil Rektor Bidang Pendidikan, Kemahasiswaan, dan Alumni Unesa, Martadi.
Mengutip TribunJatim.com, praktik kecurangan tersebut berhasil terbongkar setelah panitia melakukan pencocokan data lintas tahun.
Ternyata, foto yang digunakan pelaku sudah digunakan pada pendaftaran pada tahun sebelumnya.
"Data ini kami bandingkan dengan tahun lalu. Ternyata fotonya sama persis, tetapi namanya berbeda,"
"Ini yang kemudian memicu kecurigaan," jelasnya, Selasa (21/4/20265).
Pihak panitia juga melakukan verifikasi ke sekolah asal dan menemukan bahwa foto pada dokumen yang dibawa untuk UTBK berbeda dengan identitas asli peserta.
Baca juga: Praktik Kecurangan UTBK 2026: Temuan Modus Joki Pakai Kamera Mikro hingga Manipulasi Data Wajah
Pelaku bahkan sempat hadir dan mengikuti ujian hingga akhirnya diamankan untuk dimintai keterangan.
Kini, kasus dugaan perjokian UTBK ini telah diserahkan ke pihak kepolisian.
"Sekarang sedang diproses di kepolisian, sementara ditangani di Polsek untuk pendalaman lebih lanjut," tambah Martadi.
Diduga, kasus ini merupakan praktik joki dari jaringan yang lebih luas karena terjadi secara nasional.