Rabu, 29 April 2026

Berita Viral

Pengakuan Terduga Pelaku Penipuan di Banyumas, Korban Dikuras Hartanya dengan Dalih Agama

Kasus penipuan berkedok ajaran keagamaan di Banyumas, Jawa Tengah, terungkap dengan janji haji tanpa antre dan kekayaan instan.

Tayang:
Penulis: Faisal Mohay

Ringkasan Berita:
  • Polresta Banyumas kini tengah menyelidiki kasus dugaan penipuan berkedok terapi bekam oleh terlapor berinisial W.
  • W membantah seluruh tudingan terkait ajaran menyimpang maupun paksaan dalam transaksi keuangan yang dilakukan dengan para pasiennya.
  • Meski dilaporkan, W menyatakan akan bersikap kooperatif selama proses hukum berlangsung dan tetap berada di tempat tinggalnya.

TRIBUNNEWS.COM - Kasus dugaan penipuan dengan dalih agama kembali mencuat dan mendapat sorotan dari Majelis Ulama Indonesia (MUI).

Terlapor berinisial W memiliki jasa terapi bekam dan tinggal di Kecamatan Purwokerto Timur, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah.

Bekam merupakan metode pengobatan alternatif melalui penyedotan kulit menggunakan alat khusus yang bertujuan untuk melancarkan sirkulasi darah serta meredakan nyeri otot dan sendi.

Para korban menyebut W memanfaatkan praktik bekam untuk membangun kepercayaan masyarakat kemudian dikuras hartanya.

Di hadapan pasiennya, W mengaku sebagai Sultan Nusantara Indonesia.

Hingga kini ada 14 korban yang telah melapor dengan kerugian ratusan juta.

Kasat Reskrim Polresta Banyumas, AKP Ardi Kurniawan, membenarkan adanya laporan dugaan penipuan dengan terlapor W.

Baca juga: Kubu Rismon Sianipar Angkat Bicara Soal Laporan Penipuan Buku Gibran End Game

"Saat ini kami masih melakukan proses penyelidikan," ucapnya.

Meski telah dilaporkan, W berjanji akan kooperatif menjalani pemeriksaan.

"Biarkan saja proses berjalan, saya tidak ke mana-mana, masih ada di sini," kata W.

Ia membantah tudingan ajaran sesat dengan melarang pasien mengkonsumsi ikat patin serta obat kimia.

"Saya tidak melarang, tapi saya menganjurkan. Bekam itu sunnah Rasul, mengeluarkan darah yang menganuing toxic."

"Kalau ada orang datang minta tolong ke saya, di situ dia bertanya apa yang boleh dimakan dan tidak boleh dimakan, saya sampaikan pastinya yang haram, bukan hanya makanannya tapi juga cara mendapatkannya," jelasnya.

W juga membantah tudingan adanya kajian rutin yang berisi ajaran menyimpang.

Baca juga: Deretan Kasus Penipuan Modus Berangkat Haji, Nenek 84 Tahun di Bojonegoro Kehilangan Emas 34 Gram

"Orang yang sering bekam, lalu datang, ngobrol, karena ada orang datang ke rumah, saya sediakan kopi dan makanan, otomatis kalau ada kopi dan makanan, ngobrol ngalor-ngidul."

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved