BNPP RI Ajak Mahasiswa Politeknik Unhan Ben Mboi Ambil Peran Bangun Kawasan Perbatasan
Indonesia memiliki perbatasan laut dengan sepuluh negara dan perbatasan darat dengan tiga negara, sehingga membutuhkan tata kelola yang kuat
Sementara itu, narasumber ketiga, Letkol Arm Dr. Erlan Wijatmoko, menjelaskan peran dan fungsi strategis Satgas Pamtas RI–RDTL Sektor Timur Yonarmed 12/Kostrad sebagai garda terdepan di kawasan perbatasan.
Menurutnya, tugas satgas pamtas tidak hanya berfokus pada pengamanan, tetapi juga pada kegiatan teritorial untuk membantu masyarakat perbatasan sebagai wujud kehadiran negara.
Dari pihak akademik, Dekan Fakultas Vokasi Logistik Militer Unhan RI, Marsekal Muda TNI Dr. Penny Radjendra, berharap kuliah umum ini dapat memperkaya wawasan strategis para mahasiswa.
Ia menilai materi yang disampaikan menjadi bekal penting dalam membentuk kompetensi dan kesiapan menghadapi tantangan masa depan, khususnya di bidang logistik dan pengelolaan wilayah perbatasan, sekaligus membuka peluang kerja sama yang lebih luas antara Unhan RI dan BNPP RI.
Baca juga: BNPP RI Dorong Warisan Budaya Tenun Ikat Jadi Identitas Ekonomi di Perbatasan Negara
Kepala Biro Keuangan, Umum, dan Humas BNPP RI, Belly Isnaeni, menambahkan bahwa melalui BNPP MENYALA, mahasiswa diharapkan tidak hanya memahami peran dan fungsi BNPP RI, tetapi juga memiliki kepedulian dan semangat berkontribusi dalam menjaga kedaulatan NKRI.
Kegiatan BNPP MENYALA di Politeknik Ben Mboi, Unhan RI ini menjadi ruang strategis dialog antara BNPP RI, akademisi, dan generasi muda dalam menanamkan kesadaran bahwa kawasan perbatasan adalah beranda depan Indonesia.
Dengan pengetahuan, kolaborasi, dan semangat pengabdian, generasi muda diharapkan mampu menjadi motor penggerak pembangunan perbatasan yang berdaulat, maju, dan sejahtera.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Program-BNPP-MENYALA.jpg)