Cerita Kapten Ashari Dibajak Perompak Somalia: Kamarku Diberondong Peluru
Ashari yang turun ke kamar untuk berlindung mengaku langsung menjadi sasaran tembakan.
Tak lama berselang, pemimpin perompak mendatanginya dan menodongkan senjata.
Baca juga: SBY Kenang Operasi Pembebasan Sandera di Somalia: Kalau Gagal, Karier Politik Saya Finish
"Bosnya naik ke lantai dua, dobrak pintu kamarku, langsung todong senjata ke kepala," ujarnya.
Dalam kondisi terancam, Ashari mencoba menenangkan situasi.
"Saya bilang, Assalamu’alaikum. Saya bilang I am muslim, don’t shoot. Dia jawab waalaikumsalam," katanya.
Situasi sempat mereda, namun ketegangan masih berlangsung.
"Dia tanya, kamu muslim? Saya bilang iya, Muslim Indonesia. Saya juga bilang saya kapten," katanya.
Setelah itu, ia diperintahkan menghentikan kapal.
"Saya bilang jangan tembak, saya muslim, kamu muslim. Habis itu agak tenang," lanjutnya.
Meski begitu, perompak tetap mengambil barang-barang miliknya.
"Uang dan barangku diambil, dikumpulkan semua," ucapnya.
Nasib Belum Pasti
Hingga kini, kondisi Ashari bersama 16 kru lainnya masih belum pasti.
Kawanan perompak belum menentukan besaran tebusan yang diminta.
Di sisi lain, keluarga korban di Gowa diliputi kecemasan.
Ibu Ashari, Siti Aminah (57), meminta bantuan Presiden Prabowo Subianto menyelamatkan anaknya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/PEROMPAK-SOMALIA-Santi-Sanaya.jpg)