Iran Vs Amerika Memanas
Dampak Perang AS dan Iran Terasa hingga Jabar, Petani Tertekan Meski Harga Gabah Naik
Dampak perang Amerika Serikat–Iran picu inflasi, petani di Jawa Barat tertekan biaya produksi naik
“Kalau seandainya tidak ada perang, pasti banyak petani yang bisa membangun atau memperbaiki rumah di kampung,” kata Fachrudin.
Fenomena Serupa di AS
Fenomena serupa juga terjadi di luar negeri. Petani kedelai di kawasan Midwest, Amerika Serikat, juga menghadapi tekanan berat akibat kenaikan biaya produksi dan harga komoditas yang belum pulih.
Mengutip laporan Kyodo News, kondisi ini diperparah oleh perang dagang antara AS dan China, serta konflik Iran yang mengganggu distribusi energi global.
Petani seperti Doug Bartek di Nebraska mengeluhkan lonjakan biaya pupuk, benih, hingga bahan bakar. Hal ini membuat margin keuntungan semakin tipis.
Bahkan menurut American Soybean Association, petani masih mengalami kerugian signifikan pada musim panen terakhir.
Kondisi ini menunjukkan bahwa konflik geopolitik global tidak hanya berdampak pada negara yang terlibat langsung, tetapi juga merembet hingga ke sektor pertanian di berbagai belahan dunia, termasuk Indonesia.
Bagi petani di Jawa Barat, harapan kini bergantung pada stabilitas harga dan meredanya konflik global agar kesejahteraan mereka bisa kembali meningkat.