Sabtu, 2 Mei 2026

Korban Kecelakaan Mobil Tertemper Kereta di Grobogan Bertambah, Total 5 Orang Meninggal

Insiden mobil tertemper kereta di perlintasan sebidang wilayah Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah pada Jumat (1/5/2026), mengakibatkan 5 orang meninggal.

Tayang:

Kemudian, jenazah dibawa ke rumah duka dan sampai di Grobogan pada pukul 02.00 WIB dini hari, Sabtu (2/5/2026). 

TERTEMPER KERETA - Kolase foto kondisi unit taksi listrik Green SM yang ringsek usai tertabrak KRL di perlintasan Ampera, Bekasi, Jawa Barat, Selasa (28/4/2026) (kanan) - Proses evakuasi mobil Toyota Avanza setelah tertabrak KA Argo Bromo Anggrek di perlintasan kereta tanpa palang di Grobogan, Jumat (1/5/2026) (bawah kiri). Rentetan insiden kendaraan yang tertemper kereta di sejumlah perlintasan, 4 orang meninggal dalam peristiwa di Grobogan. Jumat (1/5/2026).
TERTEMPER KERETA - Kolase foto kondisi unit taksi listrik Green SM yang ringsek usai tertabrak KRL di perlintasan Ampera, Bekasi, Jawa Barat, Selasa (28/4/2026) (kanan) - Proses evakuasi mobil Toyota Avanza setelah tertabrak KA Argo Bromo Anggrek di perlintasan kereta tanpa palang di Grobogan, Jumat (1/5/2026) (bawah kiri). Rentetan insiden kendaraan yang tertemper kereta di sejumlah perlintasan, 5 orang meninggal dalam peristiwa di Grobogan. Jumat (1/5/2026). ((Tribunnews/Jeprima-Tribun Banyumas)

Sementara empat korban yang mengalami luka ringan, kini sudah dipulangkan ke keluarganya.

Diketahui, mobil Avanza tertabrak Kereta Api Argo Bromo Anggrek relasi Gambir–Surabaya Pasarturi di perlintasan kereta di Desa Sidorejo - Desa Tuko, Grobogan pada Jumat dini hari, sekitar pukul 02.52 WIB.

Mobil yang membawa sembilan orang penumpang tersebut, merupakan bagian dari iring-iringan keluarga yang mengantar jemaah Haji Sadi dan Wartini, warga Desa Sidorejo, menuju Pendopo Kabupaten Grobogan untuk keberangkatan Haji. 

Kronologi Kejadian 

Pada malam itu, perjalanan dilakukan dalam iring-iringan panjang, empat mobil pribadi diikuti dua bus berisi keluarga besar. 

Nahas, kejadian laka di perlintasan bidang wilayah Grobogan merenggut lima korban dalam mobil keluarga pengantar jemaah Haji itu.
 
Cucu jemaah haji, Dara Aprillia Ozela, yang berada di mobil ketiga bersama neneknya menjelaskan kronologis kejadian. 

Ia tak menyangka perjalanan tersebut, akan berubah menjadi kenangan yang menyayat hati.

"Awalnya kami berangkat beriringan. Kakek saya di mobil pertama paling depan, lalu mobil kedua yang akhirnya kecelakaan, saya di mobil ketiga, dan di belakang masih ada mobil keempat serta dua bus keluarga di belakangnya lagi," ungkapnya  kepada Tribunjateng.com.

Menurut Dara, kabut tebal dan gelapnya malam membuat jarak pandang terbatas. 

Lantas, ketika mobil yang ditumpangi Dara mendekati perlintasan, sang ayah yang menyetir melihat seseorang melambaikan tangan di depan. 

Mereka sempat mengira seseorang itu adalah anak muda yang meminta uang. Sehingga, sang sopir pun tetap melintasi rel. 

"Kami kira itu anak-anak muda yang minta uang, jadi bapak tetap jalan melintas rel," ujarnya.

Baca juga: 3 Insiden Kendaraan Tertemper Kereta Sepekan Ini, Terbaru KA & Mobil di Grobogan, 4 Orang Meninggal

Tak di sangka, kereta melintas dan menabrak salah satu mobil pengantar calon jemaah Haji di Grobogan

Sebelum tragedi ini terjadi, Dara mengaku sempat merasakan firasat yang tak biasa. 

Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved