Kamis, 14 Mei 2026

5 Populer Regional: Penyesalan Tejo Sudah Tolong Ashari - Sosok Josepha Berani Protes Juri LCC MPR

Tejo menyesal menolong Ashari yang buron, sementara siswi SMAN 1 Pontianak Ocha viral usai protes keputusan juri LCC.

Tayang:
Penulis: Endra Kurniawan
Editor: Tiara Shelavie
Ringkasan Berita:
  • Populer regional merupakan berita yang paling banyak dibaca selama 24 jam terkahir.
  • Dimulai dari Tejo menyesal telah membantu Ashari, kiai cabul asal Pati, karena merasa ditipu setelah tersangka ternyata bersembunyi dari kejaran polisi.
  • Kemudian ada siswi SMAN 1 Pontianak, Josepha Alexandra Roxa Potifera alias Ocha, viral usai memprotes keputusan juri LCC dan mendapat dukungan luas karena dinilai membela kebenaran.

 

TRIBUNNEWS.COM - Populer regional dimulai dari penyesalan warga bernama Tejo yang telah menolong Ashari, kiai cabul asal Pati, Jawa Tengah.

Tejo merasa dibohongi tersangka karena Ashari awalnya mengaku ingin berziarah ke makam keramat.

Namun akhirnya terbongkar, ia hanya mencari tempat persembunyian dari kejaran polisi.

Kemudian ada Siswi SMAN 1 Pontianak bernama Josepha Alexandra Roxa Potifera alias Ocha menjadi sorotan karena berani memprotes keputusan juri saat lomba berlangsung.

Video protes Ocha viral di media sosial, mendapat ratusan ribu likes serta dukungan warganet dan publik figur karena dianggap membela kebenaran.

Belakangan diketahui, ternyata Ocha adalah sosok yang berprestasi.

Berikut rangkuman berita populer regional selengkapnya selama 24 jam terakhir:

1. Penyesalan Tejo Sudah Tolong Kiai Cabul Ashari, Merasa Dibohongi Tersangka

KIAI CABULI SANTRIWATI - (Kiri) Tejo, warga Dusun Wotgalih, Desa Bakalan, Kecamatan Purwantoro, Wonogiri dan (Kanan) Kiai Ashari tersangka pencabulan saat ditangkap polisi.
KIAI CABULI SANTRIWATI - (Kiri) Tejo, warga Dusun Wotgalih, Desa Bakalan, Kecamatan Purwantoro, Wonogiri dan (Kanan) Kiai Ashari tersangka pencabulan saat ditangkap polisi. (Youtube/Tangkap layar Kanal YouTube Tribunnews)

Kiai Ashari, tersangka dugaan pencabulan terhadap puluhan santriwati sudah berhasil ditangkap polisi.

Kiai Ashari menyandang status tersangka sejak tanggal 28 April 2026.

Ia kemudian mangkir dari panggilan polisi pada Senin (4/5/2026).

Semenjak itu, keberadaan Kiai Ashari menjadi misteri karena pihak keluarga dan pengacara ikut tidak mengetahui.

Belakangan terungkap tersangka melarikan diri ke berbagai daerah mulai Kudus, Bogor, Jakarta, Solo dan Wonogiri.

Jajaran Polres Pati yang dipimpin Kasat Reskrim Polresta Pati Kompol Dika Hadiyan Widya Wiratama lantas melakukan pengejaran sejak Senin.

Pelarian Kiai Ashari berakhir di sebuah desa di Kecamatan Purwantoro, Wonogiri.

Ia dibekuk pada Kamis (7/5/2026) sekira pukul 04.00 WIB.

Penangkapan Ashari menjadi cerita tersendiri untuk warga setempat bernama Tejo.

Ia dalam program Saksi Kata Tribunnews.com mengungkap penyesalannya sudah menolong Ashari.

Ia merasa dibohongi tersangka hanya untuk kabur dari kejaran polisi.

Semua bermula saat Ashari mendatangi rumah Tejo di Dusun Wotgalih, Desa Bakalan, Kecamatan Purwantoro, Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah, pada Rabu (6/5/2026) pagi.

Kala itu, Ashari diantar oleh warga lain yang tidak sengaja bertemu dengan tersangka.

Di hadapan Tejo, Ashari mengaku memiliki nama Samsuri asal Semarang.

Baca selengkapnya.

2. Motif Istri Sayat Leher Suami Luka 17 Jahitan di Parangtritis: Tak Terima Perselingkuhannya Diungkap

WANITA DITUSUK DI TEGAL - Seorang wanita jadi korban penusukan di Kota Tegal, Jawa Tengah, Kamis (6/3/2025). Video evakuasinya viral lantaran korban ditandu dengan kondisi pisau menancap di wajah
ISTRI SAYAT LEHER SUAMI - Ilustrasi garis polisi. Polisi ungkap motif di balik aksi tragis istri menyayat leher suaminya di sebuah losmen di Parangtritis, Kabupaten Bantul.  (Freepik)

Polres Bantul mengungkap motif di balik aksi tragis seorang istri menyayat leher suaminya di sebuah losmen Dusun Mancingan XI, Kalurahan Parangtritis, Kapanewon Kretek, Kabupaten Bantul.

Peristiwa berdarah ini terjadi pada Sabtu (9/5/2026) sekitar pukul 16.00 WIB saat pasutri ini sedang berlibur di Pantai Parangtritis.

Pelaku berinisial AF (26), warga Kecamatan Jatiyoso, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, kini telah diamankan oleh aparat kepolisian.

Sementara korban berinisial S (35) sempat dilarikan ke RS Panembahan Senopati Bantul untuk mendapatkan perawatan medis. 

Luka yang dialami cukup serius, dengan 17 jahitan di bagian leher, namun beruntung korban masih bisa selamat dan menjalani rawat jalan.

Motif Istri Sayat Leher Suami saat Liburan di Pantai Parangtritis

Kasi Humas Polres Bantul, Iptu Rita Hidayanto, menjelaskan bahwa motif utama AF melakukan tindakan nekat tersebut adalah karena tidak terima perselingkuhannya dengan pria lain diketahui oleh sang suami. 

Sebelumnya, pasangan ini sempat terlibat cekcok di rumah mereka di Karanganyar setelah korban menemukan komunikasi mencurigakan di ponsel AF dengan seorang pria.

Pertengkaran itu rupanya berlanjut hingga saat mereka berlibur di Pantai Parangtritis.

Baca selengkapnya.

3. Kata-kata Polwan Usai Digerebek saat Berduaan Bareng Selingkuhan, Polda Maluku Dalami Kasus

POLWAN DIDUGA SELINGKUH - Oknum Polwan Polda Maluku, Brigpol Isyebel Tehusalawany tertangkap basah diduga berselingkuh Bryan Maahury. Penggerebekan dilakukan suaminya di kawasan Kudamati, Kecamatan Nusaniwe, Kota Ambon, Sabtu (9/5/2026) dini hari.
POLWAN DIDUGA SELINGKUH - Oknum Polwan Polda Maluku, Brigpol Isyebel Tehusalawany tertangkap basah diduga berselingkuh Bryan Maahury. Penggerebekan dilakukan suaminya di kawasan Kudamati, Kecamatan Nusaniwe, Kota Ambon, Sabtu (9/5/2026) dini hari. (Tribun Ambon/Istimewa)

Dugaan perselingkuhan yang melibatkan seorang polisi wanita (Polwan) di lingkungan Kepolisian Daerah (Polda) Maluku mencuat ke publik.

Oknum Polwan berinisial IT diduga tertangkap bersama pria lain di dalam sebuah rumah di kawasan Kudamati, Kecamatan Nusaniwe, Kota Ambon.

Penggerebekan tersebut dilakukan langsung oleh suaminya sendiri yang juga anggota Brimob Polda Maluku, RL

Kronologi Kejadian

Peristiwa itu terjadi pada dini hari sekitar pukul 02.00 WIT, Sabtu (9/5/2026).

Berdasarkan informasi yang diterima, Brigpol RL bersama anggota Provos Satbrimob Polda Maluku dan personel Polsek Nusaniwe mendatangi rumah milik seorang pria berinisial BM yang diduga memiliki hubungan khusus dengan Brigpol IT.

Setibanya di lokasi, aparat meminta izin kepada orangtua BM untuk membuka pintu kamar yang berada di dalam rumah tersebut.

Namun, proses pembukaan pintu disebut berlangsung cukup lama hingga lebih dari 30 menit sebelum akhirnya berhasil dibuka.

Saat pintu terbuka, Brigpol IT dan BM ditemukan berada di lokasi tersebut. Keduanya kemudian diamankan dan dibawa ke Pos Polsek Nusaniwe untuk dimintai keterangan lebih lanjut.

Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, BM disebut mengaku telah beberapa kali bertemu dengan Brigpol IT.

Baca selengkapnya.

4. Kasus Love Scamming di Batam Terbongkar, Puluhan WNA Diamankan, Komputer jadi Barang Bukti

KASUS LOVE SCAMMING - Barang bukti berupa perangkat elektronik diamankan tim Siber Polda Kepri dalam penggerebekan puluhan WNA di Sukajadi, Batam. Penggerebekan dilakukan pada Senin malam, 11 Mei 2026.
KASUS LOVE SCAMMING - Barang bukti berupa perangkat elektronik diamankan tim Siber Polda Kepri dalam penggerebekan puluhan WNA di Sukajadi, Batam. Penggerebekan dilakukan pada Senin malam, 11 Mei 2026. (Tribunnews.com)

Praktik love scamming kini menjadi ancaman siber lintas negara yang mengkhawatirkan karena memanipulasi emosi korban demi meraup keuntungan finansial dalam jumlah besar.

Kejahatan ini tidak hanya merugikan secara materi, tetapi juga merusak tatanan keamanan digital lantaran para pelakunya kerap memanfaatkan wilayah Indonesia sebagai basis operasi.

Love scamming adalah jenis kejahatan siber di mana pelaku menciptakan identitas palsu untuk menjalin hubungan romantis fiktif dengan korban.

Pada Senin (11/5/2026), Subdit V Siber Ditreskrimsus Polda Kepri melakukan penggerebekan di kawasan pertokoan Sukajadi, Batam.

Sebanyak puluhan Warga Negara Asing (WNA) yang terlibat kasus love scamming diamankan.

Penyidik juga mengamankan barang bukti berupa alat pencahayaan, komputer, CPU dan pernak-pernik lainnya. 

Kasubdit V Siber Ditreskrimsus Polda Kepri, AKBP Arif Mahari, mengaku masih menyelidiki kasus love scamming yang dilakukan para WNA.

"Berkaitan kejahatan siber, puluhan WNA dari lokasi kita amankan. Masih jalani pemeriksaan lanjutan," ungkapnya, Selasa (12/5/2026), dikutip dari TribunBatam.id.

Dugaan sementara mereka juga terlibat judi online dan berperan sebagai operator.

Baca selengkapnya.

5. Sosok Josepha Alexandra, Siswi SMAN 1 Pontianak yang Berani Protes Juri di LCC Empat Pilar MPR RI

LCC MPR RI - Cuplikan tangkapan layar video kompetisi Lomba Cerdas Cermat (LCC) 4 Pilar Kalimantan Barat yang digelar pada Sabtu (9/5/2026) kemarin yang berakhir dengan kontroversi.
LCC MPR RI - Cuplikan tangkapan layar video kompetisi Lomba Cerdas Cermat (LCC) 4 Pilar Kalimantan Barat yang digelar pada Sabtu (9/5/2026) kemarin yang berakhir dengan kontroversi. (Kolase Tribunnews.com/Kolase: Instagram.com/jsphalxndra)

Final Lomba Cerdas Cermat (LCC) 4 Pilar MPR RI di Provinsi Kalimantan Barat, pada Sabtu (9/5/2026) berakhir dengan kontroversi.

Semua bermula saat dewan juri menyalahkan jawaban dari perwakilan SMAN 1 Pontianak yang pada hakikatnya benar.

Siswi tersebut lalu berani melayangkan protes. Namun, pada akhirnya tetap disalahkan berujung nilai kelompoknya dikurangi.

Lantas siapa sosok siswi pemberani itu?

Berdasarkan penelusuran Tribunnews.com, ia bernama lengkap Josepha Alexandra Roxa Potifera yang akrab disapa Ocha.

Dikutip dari akun Instagram resmi SMAN 1 Pontianak, ia dikenal sebagai siswi yang berprestasi.

Pada Mei 2025, ia bersama 2 temannya berhasil juara 2 lomba LCC Kebangsaan yang diselenggarakan oleh HMPPKN FKIP Untan.

Masih di tahun yang sama, tepatnya di September 2025, Ocha dan tim SMAN 1 Pontianak memperoleh juara 1 LCC Empat Pilar MPR RI 2025 tingkat provinsi Kalimantan Barat.

Ia kemudian lolos Senayan untuk maju di Grand Final LCC Empat Pilar MPR RI.

Memasuki 2026, Ocha kembali dipercaya memperkuat tim untuk ikut ajang yang sama.

Kali ini, ia dan temannya harus puas berada di posisi juara 2.

Sedangkan juara 3 diraih SMAN 1 Sanggau dan juara 1 didapatkan oleh SMAN 1 Sambas.

Selain bersekolah, Ocha juga aktif berorganisasi.

Ia tergabung dalam anggota Generasi Berliterasi (Gebrasi Pontianak) Pontianak.

Baca selengkapnya.

(Tribunnews.com)

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved