Sabtu, 16 Mei 2026

Longsor Tambang Emas di Sumbar Kembali Makan Korban, Total 46 Orang Meninggal

Ini bukan pertama kalinya kasus tanah longsor di tambang emas ilegal Sumbar memakan korban jiwa manusia.

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Hasanudin Aco
Tribun Padang
TERTIMBUN LONGSOR- Masyarakat secara bersama-sama mengevakuasi korban tertimbun longsor di area tambang emas Nagari Padang Laweh, Kecamatan Koto VII, Kabupaten Sijunjung, Sumatera Barat, Kamis (14/5/2026). 

Kerusakan tersebut terjadi di sejumlah wilayah hulu Daerah Aliran Sungai (DAS), seperti DAS Batanghari, DAS Batahan, DAS Pasaman, DAS Indragiri, dan DAS Kampar.

Pihaknya juga menyoroti penggunaan merkuri dalam aktivitas tambang emas ilegal yang dinilai membahayakan lingkungan dan kesehatan masyarakat.

"Berdasarkan hasil penelitian Universitas Andalas, kandungan merkuri di Sungai Batanghari mencapai 5,198 mg/l atau jauh melampaui baku mutu air minum sebesar 0,001 mg/l," tambahnya.

Kronologi Longsor di Sijunjung Kemarin yang Tewaskan 9 Orang

Kasatreskrim Polres Sijunjung, AKP Hendra Yose, mengatakan musibah tersebut terjadi sekitar pukul 12.30 WIB. 

Suasana kerja yang semula biasa saja mendadak berubah menjadi kepanikan luar biasa ketika tanah di atas para penambang bergerak jatuh.

Saat kejadian setidaknya 12 orang pekerja yang tengah beraktivitas di lokasi tersebut. 

Sebagian dari mereka menggunakan mesin mesin dompeng.

Sementara sebagian lainnya mengadu peruntungan dengan mendulang emas secara manual.

Naas bagi para pekerja, tebing yang berada sekitar 30 meter dari titik koordinat aktivitas mereka mendadak mengalami longsor skala besar. 

Material tanah dalam volume masif meluncur dengan cepat ke arah lubang tambang, menutup ruang gerak bagi siapa pun yang berada di bawahnya.

Dari belasan pekerja yang ada, hanya tiga orang yang berhasil meloloskan diri dari maut. 

Ketiganya sempat menghindar saat mendengar gemuruh tanah.

Sementara sembilan rekan mereka lainnya tak sempat menyelamatkan diri dan terkubur hidup-hidup di bawah material longsoran.

Mendengar kabar bencana tersebut, warga sekitar langsung berhamburan menuju lokasi kejadian. 

Dengan peralatan seadanya, masyarakat mencoba menggali tanah untuk mencari korban sebelum akhirnya bantuan dua unit alat berat ekskavator tiba untuk mempercepat proses evakuasi.

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved