Idul Adha 2026
Kisah Haru Idul Adha: Pemilik Naiki Sapi hingga Menangis Jelang Penyembelihan Hewan Kurban
Suasana Iduladha 2026 di Karanganyar dan Pasangkayu diwarnai tangis haru pemilik sapi kurban Presiden Prabowo Subianto.
Bagi keluarga kecil itu, sapi tersebut bukan sekadar ternak. Selama hampir tiga tahun, hewan itu telah dirawat dan dibesarkan dengan penuh kasih sayang hingga menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari mereka.
“Sedih juga, karena sudah lama dipelihara. Dari kecil sekali sampai sebesar ini,” ujar Darwin dengan suara bergetar.
Dirawat Sejak Berusia Enam Bulan
Darwin menceritakan, sapi itu dibelinya sekitar tiga tahun lalu di Kelurahan Martajaya saat masih berusia enam bulan.
Sejak saat itu, ia memberikan perhatian khusus agar pertumbuhan ternaknya maksimal.
Menurutnya, sapi tersebut mendapatkan perlakuan istimewa dibandingkan ternak lainnya. Mulai dari pakan hingga perawatan sehari-hari, semuanya diperhatikan secara khusus.
“Makannya lebih spesial, benar-benar dijaga,” katanya.
Ketelatenan Darwin membuahkan hasil. Sapi yang dirawat sejak kecil itu tumbuh hingga berbobot 830 kilogram dan akhirnya terpilih sebagai salah satu hewan kurban Presiden RI tahun 2026 di Kabupaten Pasangkayu.
Sang Istri Paling Terpukul
Di balik ketegaran Darwin, sosok yang paling berat melepas sapi tersebut adalah sang istri. Selama ini, ia menjadi orang yang paling sering merawat ternak itu, mulai dari memberi makan hingga memandikannya setiap hari.
Saat proses penyembelihan berlangsung, ia beberapa kali membalikkan badan dan mengusap wajahnya untuk menyembunyikan air mata. Kesedihan yang dirasakannya tampak jelas dari sorot mata yang berkaca-kaca.
Anak mereka pun hanya bisa memandangi sapi kesayangan keluarga itu tanpa banyak bicara. Sesekali mereka saling menguatkan di tengah suasana haru yang menyelimuti area masjid.
Bangga Sapi Dipilih Menjadi Kurban Presiden
Meski berat berpisah dengan ternak yang telah dirawat selama bertahun-tahun, Darwin mengaku ikhlas. Baginya, pengorbanan tersebut merupakan bagian dari makna Iduladha yang mengajarkan keikhlasan dan ketulusan.
“Kalau untuk kurban, apalagi ini dipilih jadi kurban Presiden, tentu kami bangga juga,” ucapnya.
Sapi milik Darwin diketahui dibeli dengan harga sekitar Rp93 juta sebelum ditetapkan sebagai hewan kurban Presiden RI untuk Kabupaten Pasangkayu.
Bagi Darwin, pengalaman tersebut menjadi kebanggaan tersendiri sekaligus bukti bahwa peternak lokal mampu menghasilkan ternak berkualitas yang mendapat pengakuan hingga tingkat nasional.
Ia berharap kisahnya dapat menjadi motivasi bagi peternak lain di Pasangkayu untuk terus mengembangkan usaha peternakan dan menghasilkan sapi unggulan yang mampu bersaing di tingkat nasional.