Rabu, 3 Juni 2026

Profil dan Sosok

Profil Sri Setyorini, Wakil Bupati Blora yang Curhat Jalan Rusak ke Ahmad Luthfi, Hartanya Rp5,9 M

Jalan rusak Cepu–Randublatung viral setelah pernyataan Gubernur Jateng Ahmad Luthfi soal prioritas perbaikan menuai kritik warganet.

Tayang:
Ringkasan Berita:
  • Jalan rusak masih banyak terjadi akibat drainase buruk, overtonase, dan kualitas jalan yang rendah.
  • Keluhan soal Jalan Cepu–Randublatung memicu perdebatan usai Gubernur Jateng Ahmad Luthfi menekankan skala prioritas perbaikan.
  • Video tersebut viral, sementara Wakil Bupati Blora Sri Setyorini ikut menjadi sorotan publik.

TRIBUNNEWS.COM - Kerusakan jalan masih menjadi pekerjaan rumah besar di berbagai daerah di Indonesia. 

Meski pemerintah terus menggenjot pembangunan infrastruktur, kualitas dan ketahanan jalan di sejumlah wilayah masih menghadapi tantangan serius.

Masalah ini umumnya dipicu oleh kombinasi buruknya sistem drainase, tingginya lalu lintas kendaraan bertonase berlebih (overtonase), serta kualitas material perkerasan yang tidak optimal. 

Akibatnya, jalan lebih cepat mengalami kerusakan dan berpotensi mengganggu aktivitas ekonomi maupun mobilitas masyarakat.

Belakangan, kondisi jalan rusak kembali menjadi sorotan publik, termasuk di Jawa Tengah. 

Permasalahan jalan rusak kembali mencuat saat pertemuan Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi dengan sejumlah kepala daerah dalam Rembug Pembangunan Jawa Tengah 2026 Wilayah Pengembangan Jekuti & Banglor di Kudus pada 26 Mei 2026 lalu.

Dalam kesempatan tersebut, Wakil Bupati Blora, Sri Setyorini, curhat kondisi jalan rusak di wilayah Cepu-Randublatung.

"Jalan Cepu-Randublatung lagi viral Bapak," katanya, dikutip dari kanal Pemprov Jawa Tengah.

Ahmad Luthfi memberikan tanggapannya, ia menegaskan perbaikan jalan rusak harus disesuaikan dengan kemampuan pemimpin daerah masing-masing.

Mantan Kapolda Jateng itu harus mengedepankan skala prioritas. 

Baca juga: Jalan Rusak di Blora Jadi Sorotan Lagi: Wabup Curhat ke Ahmad Luthfi, Warga Tanami Pohon Pisang

Ditambah masyarakat tidak memahami mana jalan yang di bawah wewenang pemerintah pusat, pemerintah provinsi, ataupun pemerintah kabupaten/kota.

"Saya bangun itu tidak ada manfaatnya dan biayanya besar sekali. Saya lebih mengutamakan jalan yang sini karena di sini menguntungkan bagi masyarakat bagi pertumbuhan ekonomi."

"Nah, makanya yang bisa me-manage yang tahu wilayah adalah para bupati, wali kota, dan dinasnya harus mempunyai skala prioritas. Karena dengan keterbatasan fiskal dan tekanan fiskal di tempat," tegasnya.

Potongan percakapan antara Wakil Bupati Blora dan Ahmad Luthfi pada akhirnya viral tewas media sosial, seperti diunggah di akun @undercover.id.

Hingga Senin (1/6/2026), video tersebut sudah ditonton lebih dari belasan ribu kali.

Warganet menyayangkan pernyataan dari Gubernur Jawa Tengah itu.

Menurut mereka semua jalan rusak harus menjadi prioritas.

"Berati rakyat blora jgn bayar pajak kendaraan mending uangnya buat iuran aja terus buat benerin jalan solnya di blora gak diutamain sama gubernurnya," tulis warganet @masmed_14.

"Jalan itu haknya rakyat, bukan masalah skala prioritas... Jika jalan bagus, perekonomian otomatis tumbuh. Masa gubernur gitu ngomongnya," timpal akun @sudiaja_ya.

Terlepas dari berita di atas, siapa sosok Wakil Bupati Blora?

Profil Singkat Sri Setyorini

Dikutip dari blorakab.go.id, Sri Setyorini merupakan Wakil Bupati Blora periode 2025–2030.

Perempuan kelahiran Blora, 29 Mei 1959 ini dikenal memiliki pengalaman panjang di bidang usaha dan organisasi.

Berkantor di Jalan Pemuda No. 12, Mlangsen, Kecamatan Blora Kota, Sri Setyorini menempuh pendidikan dasarnya di SD Negeri Jetis 1 Blora (1968–1974), kemudian melanjutkan ke SMP Negeri 1 Blora (1974–1976) dan SMA Negeri 1 Blora (1977–1980).

Sebelum terjun ke pemerintahan, ia aktif di dunia bisnis dengan menjabat sebagai Direktur CV Karina. 

Pengalamannya di sektor kesehatan dan energi juga tercermin dari posisinya sebagai Komisaris Utama RS Permata Blora periode 2024–2029 serta Komisaris Blora Karsa Karya Energi.

Berbekal pengalaman tersebut, ia memutuskan maju di Pilkada 2024.

Sri mendampingi Arief Rohman.

Pada akhirnya, keduanya meraih kemenangan dengan perolehan suara signifikan, yakni 395.827 suara atau 83,75 persen, mengungguli Paslon nomor urut 2, Abu Nafi dan Andika Adikrishna Gunarjo (Abdi), yang hanya mendapatkan 76.795 suara atau 16,25 persen.

Baca juga: Orang Desa Tak Pakai Dollar: Harga Oli dan Onderdil di Blora Naik, Untung Pengusaha Tempe Menipis

Harta Kekayaan

Sri Setyorini memiliki harta kekayaan mencapai Rp.5.965.846.726.

Jumlah tersebut ia laporkan ke Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) pada 31 Desember 2025.

Berikut rincian lengkapnya:

Tanah Dan Bangunan Rp. 3.000.000.000

1. Tanah Seluas 750 M2 Di Kab / Kota Blora, Hasil Sendiri Rp. 1.800.000.000
2. Tanah Dan Bangunan Seluas 150 M2/72 M2 Di Kab / Kota Blora, Hasil Sendiri Rp. 800.000.000
3. Tanah Seluas 210 M2 Di Kab / Kota Blora, Hasil Sendiri Rp. 100.000.000
4. Tanah Seluas 150 M2 Di Kab / Kota Semarang, Hasil Sendiri Rp. 300.000.000

Alat Transportasi Dan Mesin Rp. 490.000.000

1. Motor, Honda E1f02n11m2 A/T Tahun 2018, Hasil Sendiri Rp. 10.000.000
2. Mobil, Mitshubisi Pajero Sport Tahun 2019, Hasil Sendiri Rp. 480.000.000

Harta Bergerak Lainnya Rp. ----

Surat Berharga Rp. 266.000.000

Kas Dan Setara Kas Rp. 2.709.846.726

Harta Lainnya Rp. ----

Sub Total Rp. 6.465.846.726

Hutang Rp. 500.000.000

Total Harta KekayaanRp. 5.965.846.726

(Tribunnews.com/Endra)

Sesuai Minatmu
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved