Mahasiswi di Padang Terkena Peluru Nyasar, TNI Pastikan Proyektil Beda dengan Amunisi Latihan
Insiden peluru nyasar di Padang melukai dua orang, proyektil 9 mm ditemukan berbeda dengan amunisi latihan TNI, kasus masih diselidiki.
Ringkasan Berita:
TRIBUNNEWS.COM - Kasus peluru nyasar yang melukai dua orang di Universitas Negeri Padang (UNP), Kota Padang, Sumatra Barat memicu kekhawatiran terkait jaminan keamanan di area kampus.
UNP merupakan salah satu kampus berstatus Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum (PTN-BH) yang dirikan pada tahun 1954.
Lokasi insiden peluru nyasar berjarak sekitar 800 dari tempat latihan tembak TNI di Kelurahan Lapai, Kota Padang.
Pihak TNI masih menyelidiki asal usul peluru yang mengenai satu mahasiswi dan satu warga.
Kapendam XX/Tuanku Imam Bonjol (TIB), Letnan Kolonel Kav Taufiq, membenarkan adanya latihan tembak menggunakan senjata laras panjang saat kejadian, Selasa (2/6/2026) sore.
Proyektil yang mengenai korban telah dikeluarkan dan dilakukan uji balistrik.
Setelah ditelusuri proyektik tersebut berkaliber 9 mm dan ukurannya berbeda dengan amunisi yang digunakan saat latihan.
Baca juga: Peluru Nyasar Lukai 2 Siswa di Gresik, Anggota Komisi I DPR Desak TNI AL Turun Tangan
"Pada saat itu kan kami sampaikan bahwa ada pelaksanaan pelatihan menggunakan senjata laras panjang. Kalau laras panjang itu kalibernya adalah 5,56 mm. Saat ini memang yang kita temukan adalah 9 mm, artinya kan sedikit berbeda," paparnya, Rabu (3/6/2026).
Menurutnya, tim investitasi memerlukan waktu untuk mengungkap kasus ini.
"Kami memang sudah mendapatkan satu proyektil yang berada di paha kiri korban dan sudah berhasil dikeluarkan. Namun proyektil ini masih perlu dilakukan uji balistik," tandasnya, dikutip dari TribunPadang.com.
Ia juga memeriksa sejumlah warga yang mendengar suara tembakan di sekitar kampus.
"Kami membutuhkan informasi itu. Mungkin ada yang bisa memberikan informasi, tolong beritahu kami sehingga kami bisa melakukan pendalaman dari mana suara itu," lanjutnya.
Letnan Kolonel Kav Taufiq meminta masyarakat untuk tidak menyimpulkan peluru berasal dari tempat latihan tembak karena masih diselidiki.
"Karena memang kalau kita melihat lokasi tempat latihan menembak dengan lokasi olah TKP itu cukup jauh. Informasi adanya suara tembakan ini menjadi informasi tersendiri yang perlu kami dalami," jelasnya.
Baca juga: Mahasiswi UNP Diduga Kena Peluru Nyasar, Saksi: Mahasiswa Panik usai Korban Berdarah-darah