Selasa, 9 Juni 2026

Gus Salam Bertemu PWNU Bengkulu, Dorong PBNU Lebih Serius Dampingi Daerah

Gus Salam sebut soliditas pengurus Nahdlatul Ulama (NU) di Bengkulu dapat menjadi inspirasi bagi pembenahan organisasi NU di tingkat nasional.

Tayang:
Penulis: Reza Deni
Tribunnews.com
KADERISAS PBNU - KH Abdussalam Shohib atau Gus Salam menyebut kekompakan dan soliditas pengurus Nahdlatul Ulama (NU) di Bengkulu dapat menjadi inspirasi bagi pembenahan organisasi NU di tingkat nasional. Hal itu disampaikan Gus Salam saat bersilaturahmi dengan jajaran Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) dan Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) se-Provinsi Bengkulu di Hotel Mercure, Kota Bengkulu/HO-GS 

Beberapa peserta juga menyinggung persoalan penunjukan pengurus karteker di sejumlah daerah serta berbagai kebijakan PBNU yang dinilai belum sepenuhnya menjawab kebutuhan warga nahdliyin.

Ketua PCNU Rejang Lebong, Dr KH Mabrursyah, menilai praktik penunjukan karteker yang dilakukan PBNU selama ini tidak selalu menghadirkan suasana organisasi yang teduh.

Menurutnya, kondisi tersebut justru dapat membatasi ruang dialog dan nalar kritis di lingkungan jam'iyyah.

Sementara itu, Dr KH Syafrullah dari PCNU Kepahiang menyoroti pentingnya menghadirkan kepemimpinan NU yang fokus pada pengabdian kepada umat dan tidak terjebak dalam pragmatisme politik.

Menanggapi berbagai aspirasi tersebut, Gus Salam mengaku memahami keresahan yang muncul di kalangan pengurus daerah.

Menurutnya, harapan agar NU kembali fokus pada pelayanan umat tidak hanya muncul di Bengkulu, tetapi juga dirasakan oleh nahdliyin di berbagai daerah lain di Indonesia.

Karena itu, ia berharap semangat kebersamaan yang tumbuh di Bengkulu dapat menjadi energi positif bagi pembaruan organisasi di tingkat nasional.

"Karenanya, kekompakan dan soliditas NU Bengkulu bisa menjadi pelopor. Dari Bengkulu untuk PBNU baru yang solid, berintegritas dan tulus melayani demi kemaslahatan umat, masyarakat, dan bernegara-bangsa," pungkasnya.

Muktamar ke-35 NU

Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) dijadwalkan berlangsung pada Juli atau Agustus 2026, setelah sebelumnya PBNU menetapkan Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama dan Konferensi Besar (Konbes) digelar pada April 2026. 

"Terkait agenda organisasi, rapat menetapkan Munas dan Konbes NU 2026 akan digelar pada bulan Syawal 1447 H atau April 2026, sementara Muktamar ke-35 NU dijadwalkan berlangsung pada Juli atau Agustus 2026," kata Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar.

Agenda ini menjadi forum tertinggi dalam organisasi NU untuk menentukan arah kebijakan, kepemimpinan, serta konsolidasi jam’iyyah di tengah dinamika sosial, politik, dan keagamaan nasional.

Muktamar NU merupakan momentum penting karena di forum inilah dilakukan evaluasi terhadap program kerja PBNU, pembahasan isu-isu strategis umat, serta pemilihan kepemimpinan baru, khususnya posisi Rais Aam dan Ketua Umum Tanfidziyah. 

Sebagai organisasi Islam terbesar di Indonesia, keputusan yang dihasilkan dalam Muktamarbiasanya memiliki dampak luas, tidak hanya bagi warga nahdliyin, tetapi juga bagi arah kebijakan keagamaan dan sosial di tingkat nasional.

Selain aspek kepemimpinan, Muktamar ke-35 NUjuga akan menjadi ajang pembahasan isu-isu aktual yang dihadapi umat Islam dan bangsa Indonesia. 

Tema-tema seperti moderasi beragama, peran NUdalam menjaga persatuan nasional, serta respons terhadap tantangan global seperti disrupsi teknologi dan geopolitik diperkirakan akan menjadi bagian dari agenda pembahasan. 

Dengan basis kultural yang kuat melalui jaringan pesantren dan organisasi masyarakat, NUdiharapkan mampu memberikan kontribusi nyata dalam menjawab tantangan zaman.

Sesuai Minatmu
Sumber: Tribunnews.com
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved