Pengusaha Karaoke Laporkan Kadis Perdagangan Kota Semarang Kasus Dugaan Pengancaman
Pelapor adalah Sumardiono Edy, seorang pengusaha karaoke yang menyewa aset milik Dinas Perdagangan di kawasan Pasar Dargo, Kota Semarang, Jawa Tengah.
Konten yang dibuat seolah-olah ada pembunuhan.
Nah yang mau dibunuh siapa? Bingung kita hari ini," kata dia di kantornya, Rabu (17/6/2026).
Aniceto menjelaskan persoalan bermula ketika Edi datang ke Kantor Dinas Perdagangan untuk meminta difasilitasi memperoleh ganti rugi atas kerusakan yang diduga muncul akibat proyek perbaikan Pasar Dargo.
Baca juga: Tempuh Jalur Damai, Erika Carlina Cabut Laporan Dugaan Pengancaman DJ Panda
Saat itu, menurut dia, Edi meminta kompensasi berupa uang, sedangkan pihak kontraktor hanya bersedia memperbaiki barang-barang yang rusak.
Dia menyebut Edi juga mengajukan tuntutan kerugian immateriil sekitar Rp40 juta hingga Rp50 juta dengan alasan usaha karaokenya terganggu selama proyek berlangsung.
Namun klaim tersebut ditolak kontraktor karena berdasarkan keterangan saksi di lapangan, usaha karaoke tersebut disebut tetap beroperasi selama proyek berjalan.
Meski proyek tersebut merupakan kewenangan organisasi perangkat daerah (OPD) lain, yakni Dinas Penataan Ruang (Distaru), Aniceto mengatakan Dinas Perdagangan tetap berinisiatif membantu mencarikan jalan keluar.
Dia mengaku bahkan memberikan bantuan sekitar Rp2 juta untuk membantu memperbaiki televisi yang mengalami kerusakan sembari menunggu proses mediasi lanjutan dengan kontraktor.
Kalimat yang kini dipersoalkan muncul dinilai ketika suasana pertemuan sudah mencair.
"Saya spontan ngomong, 'Kowe ngandek, tak tebas'. Itu karena saya menganggap Edi teman baik.
Saat itu tidak ada masalah sama sekali," kata dia.
Aniceto mengakui ucapan tersebut memang dapat ditafsirkan berbeda apabila disampaikan kepada orang yang tidak memiliki kedekatan.
"Kalau kepada orang yang tidak kenal baik, tentu bisa jadi persoalan.
Tapi karena saya menganggap dia teman lama, saya sampaikan sebagai guyon," inbuh dia.
Aniceto mengungkapkan peristiwa tersebut terjadi sekitar empat bulan lalu.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Ilustrasi-pembacokan-31.jpg)