Breaking News:

Anak Tiri Nassar KDI Diculik

Anak Tiri Nasar dan Musdalifah Disuguhi Menu Ini Selama Diculik

Selama disekap penculik, anak tiri Nassar KDI disuguhi menu bakso, nasi Padang dan nasi uduk secara bergantian.

Anak Tiri Nasar dan Musdalifah Disuguhi Menu Ini Selama Diculik - 20130126_Nassar_8259.jpg
Penyanyi dangdut yang terkenal lewat ajang pencarian bakat Nassar, Siti Nurjanah dan Musdalifah saat melakukan konferensi pers terkait penemuan anak mereka yang hampir sepekan diculik di Mainhall, Polda, Jakarta Selatan, Sabtu (26/1/2013).
Anak Tiri Nasar dan Musdalifah Disuguhi Menu Ini Selama Diculik - 20130126_Tempat_Tinggal_Penculik_Anak_Nassar_2959.jpg
TRIBUNNEWS/Yogi Gustaman
TKP tempat kos-kosan Fadlu Heryanto, tersangka penculik Siti Nurjanah atau Nana, anak tiri penyanyi dangdut Nassar KDI, di Desa Rawa Hingkit, Kecamatan Cileungsi, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, telah diberi garis polisi, Sabtu (26/1/2013)

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Danang S. Prabowo

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA
Anak Nassar dan Muzdalifah, Siti Nurjanah, atau akrab disapa Nana, bercerita mengenai pengalamannya selama disekap kawanan penculik delapan hari di Cileungsi Bogor.

Ditemui Tribunnews.com di kediamannya, Nana menceritakan ia diberi makan penculik sehari tiga kali.

Ia membenarkan pernyataan penculik yang mengatakan selalu menanyakan lebih dulu kepadanya mau makan apa.

"Makannya nasi padang, nasi uduk, sama bakso. Kalau pagi nasi uduk, siang nasi padang, malam bakso, " kata Nana, Minggu (27/1/2013).

Nana mengatakan saat pertama kali sampai di rumah si penculik, ia sempat ditanya mengenai pabrik besi milik Muzdalifah di kawasan Pulo Gadung. "Ditanya pabriknya Umi gimana, habis itu lupa, udah lama soalnya" kata Nana saat ditanya lebih lanjut mengenai pertanyaan si penculik.

Nana menuturkan ia selalu tidur dengan penculik yang berjumlah dua orang. Setiap malam, kata Nana, tangannya selalu diikat dengan lakban di bagian depan dan mulutnya juga disumpal dengan lakban.

"Tidurnya bareng sama penculik. Ada TV di kamarnya. Enggak boleh keluar. Kalau mau mandi atau buang air, ditungguin di depan pintu," tuturnya, mengenang.

Nana menambahkan, dirinya tidak pernah nangis selama mulutnya dilakban atau saat ikatan di tangannya dan lakban di mulutnya dikeletek oleh si penculik.

Baca Artikel Menarik Sebelumnya



Penulis: Danang Setiaji Prabowo
Editor: Agung Budi Santoso
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved