Pernikahannya Dulu tak Dihadiri Sang Ayah Karena Beda Agama, Shandy Aulia Teringat Masa Kecil
Shandy adalah anak bungsu dari 4 bersaudari dari pasangan Kiemas Yusuf Effendi yang beragama Islam dan Elsye Dopong yang beragama Kristen.
Masing masing kita memiliki Anugrah yang akan saling mengisi satu sama lain di dalam setiap kelemahan kami.
Sister is probably the most competitive relationship within the family, but once the sisters are grown, it becomes the strongest relationship.
#sistersbond #siblingsforlife
I love you Ka Dian, Ka vivi, Ka Putri no metter how annoying sometime you are. which I do too probably," tulis Shandy Aulia sembari mengunggah fotonya bersama para sang kakak (8/7/2017).
Netizen pun salut dengan rasa toleransi yang diajarkan oleh Shandy Aulia.
"Luar biasa.. Inspiratif sekali.. God Bless your family,"
"Mereka yang bukan saudara kandungmu adalah saudara dalam keimanan dan kemanusiaan, serta mereka yang bukan saudara dalam keimananmu adalah saudara dalam kemanusiaan. Jadi intinya, kita semua bersaudara.,"
"Pada mirip kok,"
"Kaguuum sama klrga ini biar pun berbeda keyakian tpi ttp saling menyangi satu sma lain ttp kompak yà,"
"arna perbedaan itu sebenarnya bukan masalah jika di tanggapi dengan positif akan menjadi indah dan saling menghormati. tanyalah pada hati nurani dan berfikir sejenak... lebih baik bersatu menjadi kuat atau mau tercerai-berai?! #proudofu #shandyaulia,"
Berikut ini foto dan video yang diposting oleh Shandy Aulia beberapa waktu lalu, di akun Instagramnya.
Shandy juga mengisahkan ia dan ketiga kakaknya pernah dihadapkan pilihan untuk menentukan agama yang mereka yakini.
"Ketika kami masih kecil... Kami sudah di hadapkan dengan begitu banyak pilihan hidup. Dibesarkan dengan orangtua yang sudah berpisah sejak kami kecil dengan perbedaan iman kedua orangtua, memberikan saya dan ketiga kakak saya sangat berwarna dalam menyikapi hidup dan perbedaan.
Ya... perbedaan...
Sedari kecil saya memilih beriman kepada Tuhan Yesus kristus sebagai Tuhan dan juruselamat saya hingga saat ini. Sedangkan ketiga kakak saya seorang muslim.
Kehidupan kami sungguh berwarna...
Berwarna dengan saling menghargai, saling mengisi, saling berbagi, saling memahami, saling mengasihi di dalam perbedaan hingga saat ini. bagi saya mengasihi sesama kita manusia yang searah pandangan dengan kita adalah hal yang biasa dan lebih mudah. Tetapi bagaimana bila kita tetap mengasihi tanpa syarat didalam pandangan yang berbeda? Bagi saya itu sesuatu anugrah yang Tuhan berikan.Mengasihi di tengah perbedaan adalah sebuah keputusan. Tidak perlu menunggu segalanya sejalan untuk dapat saling mengasihi.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/shandy-aulia_20170728_233417.jpg)