Terima Tantangan Jerinx SID, Ahmad Dhani Bersedia Diskusi Soal Konspirasi Agama di Kediamannya
Pentolan band Dewa 19 itu memilih untuk melakukan diskusi di Jakarta, tepatnya di kediamannya di kawasan Pondok Indah Jakarta Selatan.
Jerinx Sebut Corona Konspirasi
Hadir di acara Sapa Indonesia Malam Kompas TV pada Rabu (5/6/2020) yang dipandu Aiman Witjaksono, Jerinx menuding Dirjen WHO, Tedros Adhanom, terlibat konspirasi dengan Pendiri Microsoft, Bill Gates.
Sehingga, menurutnya WHO tidak bisa menjadi acuan.
"Tapi WHO bilang begini, WHO sendiri enggak tahu mereka itu siapa loh, if you read WHO, Who?"
"Jadi mulai kini kalau acuan Anda WHO mengatakan, WHO mengatakan," ucapnya.
Lalu, Aiman membalas jika memang Jerinx tak percaya pada data WHO, dari mana acuan untuk berpegang.
"Jadi kalau enggak pakai data WHO punya data siapa? Anda punya tim statistik sendiri mungkin."
"Dari mana Anda bisa mengatakan 99 persen?" tanya Aiman.
Jerinz menjawab dirinya mengungkapkan hal tersebut atas dasar hasil perbincangan dengan Dokter Tirta Mandhira Hudhi.
"Dari hasil diskusi dengan Dokter Tirta kami sepakat jika berita kesembuhan, jika berusia di bawah 50 dan imun Anda tidak super sehat dan tidak sesempurna orang-orang yang memiliki daya sempurna, chance sembuh sangat besar," jelas Jerinx.
Namun, Aiman terus mengejar Jerinx dari mana data yang diperoleh oleh pria asal Bali tersebut.
"Oke itu kan karakternya, tapi kan angka 99 persen, saya ingin mengetahui dari mana angka itu," ujar Aiman lagi.
"Karena sampai sekarang tidak ada satupun ada orang yang meninggal yang hanya karena Covid," jawab Jerinx.
Saat disinggung lagi soal data WHO yang didapat dari John Hopkins University, Jerinx mengaku tetap tak percaya.
Menurut suami dari Nora Alexandra Phillip itu, media selama ini melebih-lebihkan pemberitaan soal Virus Corona.
"Bukan 99 persen data fix, data real itu kan sudah melakukan perhitungan, kalau WHO jelas ada data seluruh dunia, Worldometer, dari John Hopkins University misalnya, tapi Anda menyebutkan 99 persen dari mana data itu?" jelas Aiman.
"Data dari jika memang sebegitu ini Covid-19 seperti yang digambarkan media-media saat ini 80 persen sudah meninggal kok orang-orang itu," jawab Jerinx lagi.