Jumat, 29 Agustus 2025

Kabar Artis

Sering Jadi Korban Prank Raffi Ahmad dan Nagita Slavina, Psikolog Soroti Kesehatan Mental Rafathar

Psikolog Anak menyoroti kondisi mental Rafathar yang sering jadi korban prank Raffi Ahmad dan Nagita Slavina.

Penulis: Inza Maliana
Editor: Citra Agusta Putri Anastasia
Youtube channel rans entertainment
Rafathar berani protes ke Nagita Slavina. 

TRIBUNNEWS.COM - Nama Rafathar menjadi sorotan di Twitter pada Selasa 25 Agustus 2020 kemarin.

Hal ini lantaran beredar video kemarahan Rafathar yang sering jadi korban prank oleh orang tuanya, Raffi Ahmad dan Nagita Slavina.

Video yang diunggah akun @sakhansaaa ini memperlihatkan kebersamaan Nagita Slavina dan Rafathar di atas kasur.

Kemudian, Nagita Slavina menanyakan kepada Rafathar apakah kesal karena sering dikerjai olehnya.

"Aa kalau di-prank marah enggak?" tutur istri Raffi Ahmad ini.

"Ya marah, nggak tahu (kenapa). Dijahilin ya marah," jawab Rafathar singkat nan menggemaskan.

Rafathar berani protes ke Nagita Slavina
Rafathar berani protes ke Nagita Slavina. (Youtube channel rans entertainment)

Baca: Aksi Rafathar Curhat saat Live di IG Jadi Perbincangan, Akui Kesal Sering Di-Prank Raffi Nagita

Seakan belum puas dengan jawaban putranya, Nagita pun menanyakan lagi penyebab Rafathar marah.

"Ya marah (kalau di-prank), lihat, lihat videonya," kata Rafathar.

Artis kelahiran 17 Februari 1988 ini pun meminta Rafathar untuk menyebutkan video yang ia maksud.

"Enggak lihat memang, hah? Vlognya hah? Kan divideoin, yang poop, jin, om Baim di sini terus tidur," ujar Rafathar dengan kesal.

Hingga Kamis (27/8/2020), video Rafathar tersebut ditonton sebanyak 2,4 juta kali.

Ekspresi Rafathar yang kesal karena sering di-prank oleh Raffi dan Nagita pun langsung mendapat perhatian warganet di Twitter.

Baca: Ditanya Suka Gempita Atau Enggak, Rafathar Beri Jawaban Polos dan Sindir Papanya Punya Banyak Mantan

Mereka merasa kasihan kepada Rafathar lantaran sering menjadi korban prank dan dijadikan sebagai 'konten'.

Banyak yang mengkhawatirkan bila terus menerus dijadikan 'konten' maka akan berakibat pada kesehatan mental bocah berusia 5 tahun ini.

Lantas, benarkah hal tersebut bisa berpengaruh terhadap kesehatan mentalnya?

Halaman
123
Sumber: TribunSolo.com
Berita Terkait
AA

Berita Terkini

© 2025 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
About Us Help Privacy Policy Terms of Use Contact Us Pedoman Media Siber Redaksi Info iklan