Kamis, 8 Januari 2026
Tujuan Terkait

Pakar Onkologi Tiongkok Ungkap Rahasia Pasien Kanker Bisa Punya Kualitas Hidup yang Baik

Vonis kanker seringkali dianggap menjadi akhir hidup. Pakar onkologi dari Tiongkok Prof. Xu Kecheng, MD mematahkan anggapan itu.

Istimewa
Ayo lakukan deteksi dini Kanker payudara bisa dengan melakukan SADARI atau perikSA payuDAra sendiRI 

Laporan wartawan Tribunnews.com, Rina Ayu

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Vonis kanker seringkali dianggap menjadi akhir hidup.

Pakar onkologi dari Tiongkok Prof. Xu Kecheng, MD mematahkan anggapan itu.

Seorang pasien kanker bisa memiliki kualitas hidup yang baik di tengah perjuangannya melawan kanker.

Dalam sebuah konferensi pers ‘Cancer Care: Minimally Invasive, Precise and Integrated’ baru-baru ini, Prof Xu mengungkapkan rahasianya.

Penanganan kanker masa kini bukan hanya mengobati secara medis tapi juga melalui pendekatan holistik.

Baca juga: Komedian Nunung Jadi Teman Curhat Mpok Alpa Selama Lawan Kanker

“Kanker tidak benar-benar bisa disembuhkan. Tujuan pengobatan kanker diharapkan agar kanker tidak menjadi kondisi kronis,” kata dia.

Dengan kondisi kanker yang tidak kronis maka memungkinkan pasien mencapai kelangsungan hidup jangka panjang dengan kualitas hidup yang baik.

Perkembangan teknologi pengobatan kanker terbilang pesat ada Cryosurgery, Intervention, Nano Knife, dan Integrated Therapy.

Ia menekankan 6 pilar utama dalam penanganan kanker berupa filosofi yang benar, tim yang unggul, teknologi yang canggih, peralatan yang maju, lingkungan yang baik, dan perawatan yang penuh kasih sayang.

"Penting untuk menerapkan pengobatan yang menyenangkan, memperpanjang umur dan meningkatkan kesehatan," ujar Kepala Peneliti Ahli Spesialisasi Unggulan Pengobatan Klinis Nasional di Tiongkok ini.

Prof. Xu dan timnya terus berupaya untuk membantu penderita kanker yang kurang mampu serta terus membagikan informasi agar para penyintas dapat hidup berdampingan dengan sel-sel kanker dan memiliki kualitas hidup yang baik, termasuk juga memacu kolaborasi Indonesia-Tiongkok dalam pengembangan penanganan kanker di Indonesia.

Ditambahkan Ketua Umum Indonesia Diaspora Network-China Prof. Dr. Yenni Thamrin, MHA, kolaborasi internasional penting untuk membawa harapan baru bagi para penderita dan penyintas kanker di Indonesia.

“Kami sangat berharap pasien Indonesia berobat di Indonesia saja. Jadi untuk teknologi yang berkembang di luar bisa ditransfer teknologinya. Profesor Xu mau bekerja sama memberikan apa yang dia riset selama ini,” kata Prof. Yenni.

Pentingnya Deteksi Dini

Prof Yenni menekankan, deteksi dini menjadi bagian penting dalam mencegah kanker.
Deteksi ini adalah upaya untuk menemukan sel kanker lebih dini atau tahap awal sehingga bisa diobati dengan maksimal dan peluang sembuh lebih tinggi.

Deteksi dini bisa dilakukan dengan pemeriksaan urin, pemeriksaan kesehatan rutin atau medical check-up.

Dengan deteksi dini maka kualitas hidup seseorang akan menjadi lebih baik dan minim stress.

Selain itu, deteksi dini membuat pembiayaan pengobatan kanker bisa ditekan menjadi lebih terjangkau bila dibandingkan dengan stadium lanjut.

“Harus rajin check-up apalagi faktor usia untuk deteksi dini,” kata Prof Yenni.

Mengenal Apa Itu Kanker

Mengutip Kementerian Kesehatan, kanker adalah kelompok penyakit yang ditandai dengan pertumbuhan sel yang tidak terkontrol dan berpotensi menyebar ke bagian tubuh lain.

Penyakit kanker adalah istilah yang digunakan untuk mendeskripsikan penyakit yang melibatkan pertumbuhan sel yang tidak normal dan tidak terkendali.

Penyakit ini dapat mempengaruhi hampir setiap bagian dari tubuh manusia dan memiliki banyak jenis dan subjenis.

Kanker tidak menular namun bisa menyerang siapa saja baik pria maupun wanita, anak-anak ataupun dewasa.

Banyak jenis kanker yang menyerang manusia, namun ada beberapa jenis kanker sering menyerang pada jenis kelamin, atau umur tertentu.

Contohnya: Kanker yang sering muncul pada pria, yaitu: kanker paru, kanker kolorektal, kanker prostat, kanker hati dan nasopharing.

Lalu, jenis kanker yang sering dialami oleh wanita adalah kanker payudara, kanker leher rahim, kanker kolorektal, kanker ovarium, kanker paru.

Sedangkan kanker yang sering terjadi pada anak-anak adalah kanker retinoblastoma dan kanker darah (leukimia).

Kanker disebabkan oleh mutasi dalam DNA sel yang menyebabkan sel tumbuh dan berkembang biak secara tidak terkendali.

Beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko kanker meliputi:

Faktor Genetik: Riwayat keluarga kanker dapat meningkatkan risiko seseorang terkena kanker.

Paparan Zat Kimia dan Radiasi: Zat kimia seperti asap rokok dan paparan radiasi dapat menyebabkan mutasi DNA.

Gaya Hidup dan Kebiasaan: Kebiasaan merokok, konsumsi alkohol, diet tidak sehat, dan kurangnya aktivitas fisik dapat meningkatkan risiko kanker.

Infeksi: Beberapa infeksi, seperti Human Papillomavirus (HPV), dapat meningkatkan risiko kanker tertentu.

Usia: Risiko kanker umumnya meningkat seiring dengan bertambahnya usia.

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of

asia sustainability impact consortium

Follow our mission at www.esgpositiveimpactconsortium.asia

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved