Rabu, 6 Mei 2026

Jaja Miharja Tahan Air Mata Saat Terima Tanda Kehormatan dari Presiden Prabowo

Jaja Miharja memperoleh Tanda Kehormatan Bintang Budaya Parama Dharma dari Presiden Prabowo Subianto, atas kiprahnya di dunia hiburan Tanah Air.

Tayang:
Tribunnews.com/Bayu Indra Permana
PENGHARGAAN JAJA MIHARJA - Jaja Mihardja cerita soal persiapannya sebelum menerima penghargaan dari Presiden Prabowo Subianto, yang harus memesan jam mendadak. Jaja Mihardja di kawasan Tebet Jakarta Selatan, Rabu (27/8/2025). 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pedangdut Jaja Miharja menceritakan momen haru sekaligus membanggakan ketika menerima penghargaan Bintang Budaya Parama Dharma dari Presiden Prabowo Subianto.

Ia hampir menitikkan air mata ketika Presiden langsung menyematkan tanda kehormatan tersebut kepadanya.

Di hadapan awak media, ketika itu Jaja berusaha keras menahan air mata karena haru mendapat 

“Di Istana, mana air mata gua tahan, gua enggak keluarin. Gua sudah mau nangis,” ungkap Jaja Miharja di kawasan Tebet Jakarta Selatan, Rabu (26/8/2025).

Baca juga: Kaget Dipanggil ke Istana Negara, Jaja Miharja Langsung Pesan Jas Mendadak

Menurut Jaja, kesempatan itu menjadi pengalaman bersejarah yang tak akan terlupakan seumur hidupnya. 

“Kita namanya rakyatnya ya gembira banget, senang, haru. Nggak akan dapet lagi ini, sejarah," tuturnya.

Tak hanya menerima penghargaan, Jaja juga sempat berinteraksi langsung dengan Presiden Prabowo. 

Ia bercerita bahwa Prabowo sempat menepuk pundaknya sambil memberikan pesan singkat.

“Bukan berbincang lagi, ditepok-tepok pundak gua," katanya.

"Dialog begini, ‘teruskan’, siap Pak saya lanjutkan. Saadaapp, oke nggak tuh?” lanjut Jaja.

Kiprah Jaja Miharja di seni pertunjukan

Menurut Jaja Miharja, Tanda Kehormatan Bintang Budaya Parama Dharma dari Presiden Prabowo Subianto, yang disematkan kepadanya sebagai bentuk apresiasi negara kepada para seniman senior yang telah berjasa.

“Itu penghargaan buat seniman tua lah yang berjasa. Ayah kan banyak menekuni kesenian,” ujar Jaja Miharja di daerah Tebet, Jakarta Selatan, Rabu (27/8/2025).

Jaja sendiri berkecimpung di dunia seni sejak tahun 1960. Awalnya ia membentuk grup Orkes Melayu. Menekuni dangdut diakuinya tak mudah. 

“Dulu yang namanya dangdut dicemooh, benar. Apaan orkes melayu? Enggak majulah. Karena gue berjuang, makanya kalau orang ada satu kerjaan tekunin. Nih buat generasi muda nih ye. Misalnya lu mau jadi apa? Terusin,” lanjut Jaja.

Selain menyanyi, Jaja juga menekuni dunia seni peran.

Bahkan ia juga sangat populer menjadi pembawa acara Kuis Dangdut di pertengahan 1990-an.

Ia melakoni profesi sebagai pembawa kuis tersebut selama 14 tahun dan beken dengan jargon "apaan tuh!".

(Tribunnews.com/ Bayu Indra Permana)

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved