Soal Pidato Prabowo Singgung Kabur ke Yaman, KSP Dudung Abdurachman: Itu Bukan dari Saya
Terkait tudingan Habib Rizieq soal pembisik Prabowo dalam pidato yang menyinggung Yaman, Dudung Abdurachman pun memberikan tanggapan.
Ringkasan Berita:
- Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq sempat melontarkan tudingan bahwa Presiden RI Prabowo Subianto membahas Yaman karena ada sosok berjuluk 'Jenderal Baliho' yang kini duduk di lingkar kabinet.
- Sosok Jenderal Baliho itu mengacu pada Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Jenderal TNI (Purn.) Dudung Abdurachman.
- Dudung lantas menyebut, pembahasan soal Yaman itu bukan dari dirinya.
- Dudung juga menegaskan, hubungan antara dirinya dan Habib Rizieq saat ini sudah tidak bermasalah.
TRIBUNNEWS.COM - Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Jenderal TNI (Purn.) Dudung Abdurachman menanggapi isu yang menyebut dirinya sebagai 'pembisik' Presiden RI ke-8 Prabowo Subianto sehingga menyinggung soal 'kabur ke Yaman' dalam pidato acara Groundbreaking Proyek Hilirisasi di Cilacap, Jawa Tengah pada Rabu (29/4/2026).
Sebagai informasi, Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab (HRS) sempat melontarkan tudingan bahwa Prabowo membahas Yaman karena ada sosok berjuluk 'Jenderal Baliho' yang kini duduk di lingkar kabinet.
Istilah Jenderal Baliho sendiri mengacu pada Dudung Abdurachman, yang saat menjabat sebagai Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) pada 2021 silam mengaku geram dengan banyaknya baliho berwajah Habib Rizieq di sejumlah wilayah di Jakarta.
"Kalau dulu ada menteri segala urusan nyebut ngusir luar negeri kalau mau protes-protes. Presiden kita minta nasihat tahu-tahu ngomongnya sama, pergi ke luar negeri. Sekarang ada tambahan malah pergi ke Yaman. Dari mana nih kata Yaman keluar Saudara?" ujar Rizieq, dikutip dari tayangan video di akun YouTube OfficialIslamicBrotherhoodTV.
"Eh ternyata ada sebabnya lagi ada Jenderal Baliho yang udah lama enggak dipakai Saudara, sudah diparkir eh tahu-tahu kemarin dipanggil ke Istana, diangkat menjadi penasihat presiden bidang pertahanan nasional, dilantik lagi Saudara."
Terkait tudingan Habib Rizieq soal pembisik Prabowo di pidato yang menyinggung Yaman, Dudung pun memberikan tanggapan.
Dudung mengaku, hubungan antara dirinya dan Habib Rizieq saat ini sudah tidak bermasalah.
Ia pun menjelaskan, alasan dirinya dulu menurunkan baliho Habib Rizieq karena organisasi yang dipimpin ulama itu, FPI, sudah dibekukan.
"Yang [soal pidato] Presiden katanya, 'Kabur ke Yaman' itu karena di belakangnya ada Jenderal Baliho [sebutan untuk Dudung], itu kan."
"Ya, kalau menurut saya, antara saya dengan Habib Rizieq sudah enggak ada masalah, sebetulnya. Dulu waktu saya menurunkan baliho juga kan karena FPI itu kan waktu itu organisasi memang sudah dibekukan di tahun 2019."
Mengingat hubungan yang sudah baik dengan Habib Rizieq, maka Dudung membantah tudingan bahwa dirinya adalah pembisik Prabowo soal pidato yang menyinggung Yaman.
Baca juga: Prabowo Ungkit Indonesia Gelap dan Kabur Aja ke Yaman, M Qodari: Poin Substansinya yang Dilihat
Dudung mengatakan, bahasan Prabowo soal Yaman tidak berasal dari dirinya.
"Nah, sekarang ramai, seakan-akan bahwa saya jadi KSP, kemudian akhirnya muncul narasi bahwa Presiden [pidato soal Yaman] itu. Ya, itu bukan dari saya," tutur Dudung.
Lantas, Dudung mengimbau Habib Rizieq agar bersikap bijak karena sudah berusia lanjut, dan tidak menimbulkan kegaduhan.
"Tapi, menurut saya, Pak Rizieq sudah tua, sudah sama-sama tua juga ya," kata Dudung.