Ki Reman Sancang Luruskan Persepsi Negatif Banyak Orang Lewat Buku Barunya 'The Master Pelet'
Buku ini menjadi karya reflektif mengangkat warisan ilmu pengasihan Nusantara dalam kemasan modern dan mudah dipahami oleh generasi masa kini.
Ringkasan Berita:
- Inspirasi penulisan buku lahir dari keinginan untuk meluruskan persepsi negatif pada kata pelet
- Buku ini juga membahas tentang menyatukan dua pendekatan: spiritualitas kuno dan psikologi modern
- Ilmu tersebut sesungguhnya adalah seni mempengaruhi sukma dengan kesadaran dan keseimbangan energi, bukan sihir
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ki Reman Sancang meluncurkan buku terbarunya berjudul 'Kitab The Master Pelet'.
Buku ini menjadi karya reflektif yang mengangkat kembali warisan ilmu pengasihan Nusantara dalam kemasan modern dan mudah dipahami oleh generasi masa kini.
Lewat buku barunya itu, Ki Reman berusaha meluruskan persepsi masyarakat terhadap istilah pelet yang selama ini dianggap negatif dan identik dengan paksaan cinta atau praktik mistis yang gelap.
Menurut dia, ilmu tersebut sesungguhnya adalah seni mempengaruhi sukma dengan kesadaran dan keseimbangan energi, bukan sihir.
Baca juga: Apresiasi Peluncuran Buku Autobiografi Eros Djarot, Bamsoet: Representasi Keberanian Berpikir Bebas
“Inspirasi lahir dari keinginan saya untuk meluruskan persepsi yang selama ini melekat pada kata pelet," ucap Ki Reman Sancang kepada awak media, Senin (20/10/2025).
"Pelet sejati bukanlah sihir pemaksa, melainkan seni mempengaruhi sukma dengan kesadaran dan keseimbangan energi,” ujar Ki Reman.
Dalam bukunya, Ki Reman membedakan dua jenis energi ilmu pemaksa dan ilmu penyatu.
Buku ini juga membahas tentang menyatukan dua pendekatan: spiritualitas kuno dan psikologi modern.
“Buku ini berada di persimpangan antara spiritualitas leluhur dan ilmu psikologi," katanya.
"Bagian mistisnya berbicara tentang doa dan vibrasi batin, sedangkan sisi psikologisnya mengajarkan cara mengelola emosi dan membangun rasa percaya diri,” jelas Ki Reman.
Ki Reman menilai ajaran dalam bukunya relevan dengan kondisi generasi muda saat ini yang sering kehilangan keseimbangan antara dunia digital dan kehidupan batin.
"Banyak anak muda yang minder karena membandingkan diri dengan orang lain. Ilmu dalam kitab ini membantu mereka berdamai dengan pikirannya sendiri dan memancarkan aura positif dari dalam,” tuturnya.
Lebih jauh, The Master Pelet tidak hanya bicara tentang hubungan asmara, tapi juga menyentuh berbagai aspek kehidupan seperti bisnis, karier, dan pertemanan.
Ia menjelaskan bahwa energi yang jernih akan memengaruhi cara seseorang diterima di lingkungannya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Ki-Reman-1-20102025.jpg)