Band Indie Pop Asal Bogor, Starrducc Tembus Pasar Jepang Lewat P-Vine Records
Kuota impor piringan hitam Starrducc untuk wilayah Indonesia habis terjual hanya sepekan setelah prapesan dibuka.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Band indie pop asal Indonesia, Starrducc, kembali mencetak prestasi.
Setelah merilis dua koleksi EP bertajuk starrducc dan starrducc II pada 2023, kini karya mereka resmi dirilis secara eksklusif di Jepang melalui label ternama P-Vine Records.
Rilisan eksklusif tersebut dikemas dalam bentuk piringan hitam bertajuk “Introducction”, sekaligus menjadi rilisan vinyl pertama bagi Starrducc.
Baca juga: Lebih dari Satu Dekade Berkarya, Band Kodaline Umumkan Bubar
Menariknya, kuota impor piringan hitam Starrducc untuk wilayah Indonesia habis terjual hanya sepekan setelah prapesan dibuka.
Desain dengan Obi-Strip khas Jepang membuatnya semakin diburu para kolektor dan penggemar musik independen.
Starrducc merupakan band asal Kota Bogor yang digawangi oleh Adji dan Bani (personel The Jansen), Mirakei (penyanyi solo jazz asal Lombok), serta Andreas dan Daniel.
Menurut Adji, perjalanan kolaborasi mereka dengan label Jepang itu bermula dari distribusi kaset di sebuah toko musik di Jepang.
“Awalnya dua koleksi kaset EP Starrducc yang dirilis di Indonesia didistribusikan ke toko To’morrow Records di Jepang. Lalu, kami kirimkan materi terbaru, dan ternyata mereka menyukainya. Dari situ kami ditawari untuk merilis seluruh diskografi Starrducc dalam beberapa format, termasuk piringan hitam dan CD eksklusif di Jepang pada 19 Desember 2025,” ujar Adji, Jumat (24/10/2025).
Sementara vokalis utama Starrducc, Mirakei, tak menyangka karya mereka mendapat perhatian dari label besar Jepang.
“Tentunya enggak nyangka sekaligus senang bisa dirilis oleh label Jepang, apalagi ini pertama kalinya kami rilis vinyl,” ucap Mirakei.
Label P-Vine Records, yang berdiri sejak 1976, dikenal sebagai rumah bagi sejumlah musisi internasional seperti Alvvays, Beach Fossils, Hazel English, dan Vansire.
Musik Starrducc yang dipadukan antara pop manis dan nuansa melankolis romantis membuat mereka cepat mencuri perhatian pendengar, baik di dalam maupun luar negeri.
Lagu-lagu mereka seperti 15.000 Langkah dan Bianglala menjadi favorit saat tampil di berbagai pertunjukan langsung, bahkan sering digunakan sebagai latar video di media sosial.
Seluruh karya Starrducc dapat didengarkan di berbagai platform musik digital.
Mereka juga telah merilis video Live Session di kanal YouTube Janari Rekords, yang mendapat banyak respons positif dari penikmat musik lokal.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/STARRDUCC-1-24102025.jpg)