Senin, 25 Mei 2026

Helmy Yahya Sebut Teknologi AI Bikin Dunia Konten Berubah Total

Menurut Helmy Yahya, AI membuat proses produksi konten yang sebelumnya rumit kini bisa dilakukan hanya dengan satu laptop.

Tayang:
Penulis: Eko Sutriyanto
Editor: Willem Jonata
HO/IST
PERKEMBANGAN AI KONTEN - Helmy Yahya, Founder Hugency Academy Indonesia saat Grand Launching Hugency Academy Indonesia pada Rabu, 19 November 2025 di Jakarta. 

Ringkasan Berita:
  • Kreator Indonesia kini bisa memproduksi konten berkualitas hanya dengan satu laptop berkat Artificial Intelligence (AI).
  • Hugency Academy membantu profesional dan perusahaan menguasai teknologi ini melalui praktik langsung dan studi kasus nyata.
  • Dengan AI, kreator dapat meningkatkan kualitas konten sekaligus mempertahankan keaslian cerita dan kearifan lokal.
 

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kreator konten di Indonesia kini tidak lagi memerlukan kamera besar, lighting profesional, wardrobe, atau kru lengkap.

“Dunia konten sudah berubah total,” tegas Helmy Yahya saat Grand Launching Hugency Academy Indonesia di Jakarta belum lama ini.

Menurutnya, transformasi yang dibawa Artificial Intelligence (AI) membuat proses produksi konten yang sebelumnya rumit kini bisa dilakukan hanya dengan satu laptop.

"Ini membuka era baru pembuatan konten digital," ujar Helmy.

Baca juga: Helmy Yahya Singgung Pakaian Mahal Widiyanti Putri Wardhana, Menpar: Salah Saya Tidak Delete Foto

Founder Hugency Academy, Huga menambahkan bahwa Indonesia memiliki potensi tak terbatas.

"Dengan jutaan cerita dan kearifan lokal yang belum terdengar dunia, kami ingin memberdayakan talenta agar bisa menceritakan kisahnya sendiri,” kata Huga.

Menurutnya, AI kini menjadi jembatan yang memungkinkan setiap cerita di pelosok negeri mendapatkan platform untuk didengar.

Data Penggunaan AI di Indonesia

Berdasarkan data Olive Wyman, Indonesia menempati peringkat ketiga dunia dalam penggunaan AI. 

Sekira 50 persen karyawan memanfaatkan Generative AI setiap minggu, dan 21 persen menggunakannya setiap hari.

Meski begitu, banyak kreator, perusahaan, dan lembaga publik belum memiliki keterampilan optimal untuk memanfaatkan teknologi ini. 

Selain itu, suplai konten berkualitas, terutama audio-visual, masih terbatas.

Huga menegaskan, melalui platform yang dipimpinnya, kreator bisa melakukan praktik langsung, belajar melalui studi kasus nyata, serta berinteraksi dengan model AI. Platform ini dirancang agar pengalaman belajar menjadi mandiri, terukur, dan optimal.

“Dengan pendekatan ini, kreator Indonesia kini memiliki kesempatan untuk menguasai teknologi AI, meningkatkan kualitas konten, dan bersaing di era digital modern, sambil tetap mempertahankan keaslian cerita dan kearifan lokal,” ujar Huga.

Ia menambahkan, Hugency Academy hadir sebagai solusi strategis bagi kreator agar tidak sekadar mengikuti tren, tetapi juga memimpin perubahan.

 

Sesuai Minatmu
Sumber: Tribunnews.com
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved