Soal Perawatan Kulit, Aktris Astrid Tiar Merasa Tak Perlu Jauh-jauh ke Luar Negeri
Faktor lingkungan seperti paparan polusi atau debu halus di kota-kota besar Indonesia secara klinis memicu pembentukan lentigines
Perawatan ini mengambil plasma darah pasien, memprosesnya untuk mengisolasi VSELs—sel punca murni yang sangat kecil namun memiliki potensi regenerasi setara sel embrionik—dan menginfusikannya kembali ke tubuh .
Prof. Fred Fändrich, pakar stem cell terkemuka, ahli dalam bidang immunology dan cellular therapy asal Jerman yang juga menjabat sebagai Penasihat Ilmiah Natasha, menjelaskan mekanisme uniknya.
Menurut dia, keunggulan Plasma VSELs adalah terapinya lebih potent dibandingkan metode stem cells lainnya karena bersifat pluripotent, mampu berubah menjadi sel sehat apa pun yang dibutuhkan tubuh.
Teknologi ini melampaui perawatan konvensional karena ia menggantikan sel tua dan 'zombie cells' dengan sel baru yang segar.
"Kami juga mengkombinasikannya dengan infus intravena untuk menurunkan peradangan sistemik. Hasilnya? Tubuh tidak hanya tampak lebih muda, tapi secara biologis menjadi lebih muda. Ini adalah 'The Future of Anti-Aging' yang sesungguhnya," terang Prof. Fred Fändrich.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/astrid-tiar-22.jpg)