Menebak Aksi Panggung Duet JKT48 dan Rhoma Irama, si Raja Dangdut Bakal Ikuti Tren Hipdut?
Rhoma Irama akan berkolaborasi dengan idol grup JKT48. Seperti apa tampilan mereka nanti?
Tidak hanya Rhoma Irama dan JKT48, sederet artis papan atas akan turut merayakan Konser raha 31 tahun Indosiar, seperti Agnez Mo, Putri Ariani, Isyana Sarasvati, Iwan Fals, Rizky Billar, Lesti Kejora hingga Abang L. (Ari).
Tren Hipdut dan Gen Z
Musik dangdut kini tak hanya identik untuk kaum tua, karena saat ini sangat relevan bagi Gen Z.
Dangdut diolah kembali dengan sentuhan modern seperti Hipdut (Dangdut modern/Hip-hop Dangdut) yang memadukan irama koplo/tradisional dengan elemen trap, lo-fi, dan hip-hop, menjadikan musik ini berbeda.
Irama mendayu pada dangdut berubah total menjadi lebih segar, mudah dinikmati di platform digital, serta relevan di media sosial seperti TikTok, membangkitkan nostalgia lagu lawas dan menciptakan tren baru yang digandrungi banyak anak muda.
Dangdut kini populer di telinga Gen Z karena banyak faktor, selain inovasi baru, yaitu pencampuran genre menghasilkan suara baru yang iramnya mudah diterima Gen Z.
Sebut saja lagu "Apanya Dong", versi Zara Leola, lagu lama yang diremake.
Juga ada lagu Baru dengan Vibe Hip-hop/Trap: Seperti "Garam & Madu (Sakit Dadaku)" oleh Tenxi, Jemsi, dan Naykilla.
Masifnya media sosial juga pengaruhi tren dangdut di kalangan gen z.
Lagu-lagu ini sering menjadi tren di TikTok dan platform lain, membuat Gen Z penasaran dan ikut mencoba, bahkan lagu lawas pun kembali populer.
Akankah kolaborasi Rhoma Irama dan JKT48 ini akan mengikuti tren hipdut atau lebih seru?
(Wartakota/Arie/Tribunnews.com/Anita K Wardhani)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/RHOMA-IRAMA-HIPDUT.jpg)