Kamis, 21 Mei 2026

Beda Parenting Tegas dan Galak, Apa Dampaknya untuk Kesehatan Mental Anak?

Banyak orangtua masa kini mengaku kebingungan saat menjalani peran pengasuhan. Mau tegas tapi takut galak dan melukai mental.

Tayang: | Diperbarui:
TRIBUN JATENG/TRIBUN JATENG/HERMAWAN HANDAKA
Seiring bertambahnya usia anak, ada saja tingkah laku yang bisa menguji kesabaran, terkadang wajar bila satu atau dua tingkah bisa membuat emosi orang tua jadi terpancing, apalagi jika sang buah hati tidak bisa dinasihati dengan baik. Akan tetapi, perlu diingat bahwa memarahi, meneriaki, atau mungkin mengumpat anak bukanlah solusi yang tepat. Alih-alih ingin memahami maksud nasihat ibunya, anak malah bisa mengalami trauma psikis yang dapat mengganggu perkembangan mental dan kecerdasannya seperti, perkembangan otak anak terganggu, anak menjadi penakut dan tidak percaya diri, Menjadi sosok pemarah di kemudian hari dan anak mengalami depresi dan gangguan mental. Banyak orangtua masa kini mengaku kebingungan saat menjalani peran pengasuhan. Mau tegas tapi takut galak dan melukai mental. (Tribun Jateng/Hermawan Handaka) 

Karena itu, ketika anak dianggap “susah diatur”, perlu ada refleksi dari orang tua tentang pola komunikasi dan sikap yang ditampilkan di rumah.

Ia menekankan bahwa rumah adalah madrasah atau 'sekolah' pertama bagi anak.

Apa yang dilihat dan dirasakan anak di rumah akan membentuk cara berpikir dan berperilaku di luar.

Dalam konteks kesehatan, Wiwik menegaskan bahwa parenting bukan sekadar soal kepatuhan, tetapi juga soal kesehatan mental anak.

Pola asuh yang tegas namun hangat membantu anak merasa aman, dipahami, dan dihargai.

Sebaliknya, pola asuh yang galak dan penuh tekanan berisiko menimbulkan stres kronis pada anak, yang dapat berdampak pada emosi dan perilaku jangka panjang.

Sesuai Minatmu
Sumber: Tribunnews.com
Halaman 3/3
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved