Rezky Aditya dan Dimas Seto Susah Cari Lapangan Padel, Akhirnya Bikin Sendiri dan Bangun Ekosistem
Dimas Seto menuturkan, keterbatasan jumlah court justru memunculkan ide untuk menghadirkan akademi padel.
Ringkasan Berita:
- Padel merupakan olahraga yang sedang tren di tengah masyarakat
- Namun, lapangan padel masih terbatas. Aktor Rezky Aditya dan Dimas Seto punya pengalaman betapa sulitnya cari lapangan padel
- Melihat situasi itu, Rezky bersama Dimas Seto tak hanya ingin menambah jumlah lapangan padel
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Tingginya minat masyarakat terhadap olahraga padel tak hanya memunculkan tren baru, tetapi juga peluang bisnis dan pembinaan olahraga.
Hal inilah yang ditangkap aktor Rezky Aditya dan Dimas Seto dengan menghadirkan Monarch Padel.
Pengalaman pribadi Rezky Aditya kesulitan mencari lapangan padel, justru membuka wawasannya soal minimnya fasilitas olahraga tersebut di Indonesia.
“Waiting list-nya bisa sampai seminggu, bahkan dua minggu baru bisa main,” ujar Rezky Aditya ketika ditemui di kawasan Bintaro, Tangerang Selatan, Kamis (12/2/2026).
Baca juga: Kenny Austin hingga Rezky Aditya Tanding di Celebrity Padelbro Competition Vol 2
Menurut Rezky, kondisi tersebut menunjukkan adanya ketimpangan antara antusiasme masyarakat dan ketersediaan lapangan padel.
“Minatnya tinggi banget, tapi lapangannya belum banyak,” katanya.
Melihat situasi itu, Rezky bersama Dimas Seto tak hanya ingin menambah jumlah lapangan, tetapi juga membangun sistem yang berkelanjutan.
Dimas Seto menuturkan, keterbatasan jumlah court justru memunculkan ide untuk menghadirkan akademi padel.
“Karena court-nya cuma tiga, kita kepikiran kenapa enggak sekalian bikin akademi,” ujar Dimas.
Menurut Dimas, keberadaan akademi penting untuk mendukung perkembangan pemain pemula agar lebih terarah.
“Dari yang enggak bisa sama sekali sampai sekarang jadi bisa main. Saya lihat langsung di istri saya,” ucapnya.
Lewat Monarch Padel Academy, Rezky dan Dimas berharap padel tidak hanya menjadi olahraga tren, tetapi juga memiliki jalur pembinaan yang jelas.
“Kita ingin padel ini bisa diakses semua kalangan, dari yang baru coba sampai yang serius latihan,” tutur Rezky.
(Tribunnews.com/ Fauzi Alamsyah)