Sabtu, 11 April 2026

Menjaga Kualitas dan Komunikasi, Kunci Kepercayaan Publik Pada Industri Kesehatan

Penguatan kepercayaan publik membutuhkan kolaborasi lintas sektor antara pemerintah, dunia usaha, akademisi, dan komunitas.

Penulis: Anita K Wardhani
Editor: Willem Jonata
HO/IST
LAYANAN KESEHATAN - Kepercayaan publik dalam industri kesehatan dan sektor lain tidak terbentuk seketika. Ia lahir dari konsistensi menjaga kualitas, kepatuhan terhadap standar, serta kontribusi nyata yang dirasakan masyarakat. Di tengah tuntutan transparansi, organisasi dituntut tidak hanya menghadirkan produk yang baik, tetapi juga membangun komunikasi yang akurat dan bertanggung jawab. 

Ringkasan Berita:
  • Kepercayaan publik dalam industri kesehatan dan sektor lain tidak terbentuk seketika. 
  • Saat transparansi, organisasi dituntut tidak hanya menghadirkan produk yang baik, tetapi juga membangun komunikasi yang akurat dan bertanggung jawab.
  • Sederet perusaah diganjar penghargaan karena mendapat nilai kepercayaan publik.

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kepercayaan publik dalam industri kesehatan dan sektor lain tidak terbentuk seketika. Ia lahir dari konsistensi menjaga kualitas, kepatuhan terhadap standar, serta kontribusi nyata yang dirasakan masyarakat. 

Di tengah tuntutan transparansi, organisasi dituntut tidak hanya menghadirkan produk yang baik, tetapi juga membangun komunikasi yang akurat dan bertanggung jawab.

Nilai kepercayaan publik salah satunya dicerminkan dengan penghargaan.

Tahun ini, salah satu penghargaan yang menitiberatkan pada kepercayaan publik adalah Public Relations (PR) Indonesia Awards 2026.

Baca juga: Menteri Kesehatan Tegaskan Pemecatan Dokter Piprim Bukan karena Perbedaan Pendapat

Gelaran penghargaan ini menjadi salah satu barometer penting tentang persaingan perusahaan menarik kepercayaan publik karena komunikasi publik. 

Kompetisi ini diikuti lebih dari 580 karya dari berbagai sektor, dengan penjurian ketat oleh pakar komunikasi yang menilai strategi, relevansi isu, dampak nyata, konsistensi pesan, hingga keberlanjutan program.  

CEO PR INDONESIA Group, Asmono Wikan, menyampaikan bahwa momentum penghargaan ini menunjukkan semakin pentingnya peran komunikasi dalam mendukung tata kelola organisasi yang kredibel.

Dengan total 534 entri dari berbagai kategori, kompetisi tersebut mencerminkan semakin tingginya perhatian praktisi komunikasi terhadap kualitas dan keberlanjutan.

Menurutnya, penguatan kepercayaan publik membutuhkan kolaborasi lintas sektor antara pemerintah, dunia usaha, akademisi, dan komunitas. Profesionalisme serta etika menjadi landasan agar komunikasi di sektor kesehatan tetap akurat dan bertanggung jawab.

Karenanya, Asmono menambahkan bahwa setiap kategori yang diraih telah melalui proses penjurian yang ketat oleh para expert di bidang komunikasi dan memahami standar tertinggi profesi public relations, yang menilai dengan sudut pandang strategis, kritis, dan objektif.

Para juri tersebut di antaranya adalah President of PR Society Magdalena Wenas; Associate Professor LSPR Institute of Communication and Business Janet Maria Pinariya; CEO PR INDONESIA Group Asmono Wikan; COO Burson Indonesia Harry Deje; CEO Kiroyan Partners Verlyana Hitipeuw; Maria R. Nindita Radyati dari Institute for Sustainability and Agility (ISA); serta Sustainability and Communications Expert Melina Karamoy.

Penilaian dilakukan secara komprehensif, mulai dari ketajaman strategi, relevansi isu, dampak nyata bagi publik, konsistensi pesan, hingga keberlanjutan program. Artinya, penghargaan ini tidak hanya sebuah pengakuan atas kreativitas komunikasi, melainkan validasi atas keseriusan dan integritas dalam menjalankan setiap inisiatif.

Kepercayaan publik dibangun dari kepatuhan, integritas, dan kontribusi nyata. Di era keterbukaan informasi, masyarakat semakin kritis dalam menilai komitmen organisasi. Keselarasan antara nilai yang diusung dengan tindakan nyata menjadi faktor penting dalam menjaga kepercayaan. Pengakuan dari berbagai pihak hanyalah cerminan dari perjalanan panjang menjaga kualitas dan kontribusi yang relevan bagi masyarakat.

Dalam industri medis, prinsip ini diakui salah satu penerima penghargaan, diantaranya 
Dexa Group, perusahaan farmasi yang menjalankan filosofi Expertise for the Promotion of Health sebagai landasan dalam mengembangkan inovasi berbasis sains sekaligus memperkuat peran dalam ekosistem kesehatan nasional. 

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved