Komika Pandji Pragiwaksono
Pandji Pragiwaksono Tenang Hadapi Kasus Adat Toraja, Percaya Semua Akan Temukan Titik Terang
Komika Pandji Pragiwaksono, angkat bicara soal perkembangan kasus yang menjeratnya terkait persoalan adat Toraja.
“Kebetulan disepakati bahwa ini adalah salah dua pihak ya. Jadi waktu di sidang adat itu keduanya meminta maaf, atas apa yang telah terucap dan telah terjadi akibat situasi ini,” jelasnya.
Pandji juga mengaku telah berkomitmen untuk lebih berhati-hati saat menulis materi stand up comedy ke depannya.
“Saya sudah berkomitmen juga untuk lebih baik lagi dalam menulis joke, materi stand up komedi,” kata Pandji.
Tentang Mediasi
Terkait kemungkinan mediasi dengan pihak pelapor, Pandji menilai proses tersebut sebenarnya telah dilakukan melalui sidang adat yang digelar di Toraja.
“Justru kan waktu saya bersidang adat di sana itu adalah bentuk dari mediasi tersebut, yang sangat legitimasi karena dihadiri oleh perwakilan dari 32 wilayah adat,” ujarnya.
Ia menjelaskan, dalam sidang tersebut juga hadir tujuh hakim adat yang memimpin jalannya proses.
“Semua wilayah adat di Toraja hadir, ada perwakilannya. Lalu tujuh hakim ketuanya juga sudah hadir. Jadi itulah proses mediasi yang sah dan legitimasi karena lengkap,” bebernya.
Diperiksa di Bareskrim
Pandji Pragiwaksono pun kembali pemeriksaan di Bareskrim Polri terkait kasus adat Toraja, Senin (9/3/2026).
Usai menjalani pemeriksaan, Pandji mengatakan penyidik menanyakan sejumlah hal terkait kehadirannya di wilayah Tana Toraja saat dirinya mengikuti sidang adat.
“Ditanya terkait kehadiran saya di Toraja ketika saya melaksanakan sidang adat Toraja. Pertanyaannya seputar itu dan klarifikasi sudah diberikan oleh saya. Moga-moga kasusnya bisa cepat selesai,” ujar Pandji Pragiwaksono.
Pandji mengungkapkan dalam pemeriksaan kali ini dirinya mendapat sekitar 17 pertanyaan dari penyidik.
“17 ya kalau nggak salah,” katanya.