Senin, 8 Juni 2026

Kabar Artis

Piyu Padi Tegaskan Penggunaan Lagu Orang Lain Harus Ada Izin Pencipta sebelum Manggung

Bicara UU Hak Cipta, Piyu Padi tegaskan bahwa penggunaan karya orang lain harus ada izin sebelum lakukan pertunjukan.

Tayang:

Organisasi ini dibentuk oleh sejumlah musisi dan komposer yang merasa perlu adanya perubahan dalam pengelolaan hak cipta dan distribusi royalti di Indonesia.

Beberapa tokoh musisi yang terlibat dalam organisasi ini antara lain Ahmad Dhani, dikenal sebagai Ketua Dewan Pembina dan salah satu penggerak utama organisasi.

Kemudian, Piyu gitaris band Padi, disebut sebagai ketua organisasi AKSI dan turut menggagas perjuangan hak komposer.

Komentar Ahmad Dhani soal Pelanggaran Hak Cipta

Sebelumnya, musisi Ahmad Dhani juga buka suara mengenai permasalahan hak cipta.

Pentolan band Dewa 19 itu menyoroti pentingnya perlindungan hak cipta di industri musik Indonesia. 

Ia menilai ke depan akan semakin banyak kasus pelanggaran hak cipta yang diproses secara hukum.

Menurutnya, AKSI akan lebih tegas bersuara untuk memperjuangkan hak pencipta lagu.

"Kali ini akan banyak kasus, kita AKSI sebagai organiasasi komposer akan semakin menegaskan hak kita, bahwa hak kita itu dilindungi oleh Undang-Undang Dasar, tidak hanya UU Hak Cipta," ungkap Ahmad Dhani.

Baca juga: Penegasan MK Soal Acara Musik Komersial, EO Bertanggungjawab Bayar Royalti ke Pemegang Hak Cipta

Suami penyanyi Mulan Jameela itu menegaskan, bahwa lagu diibaratkan sebagai properti.

Dengan arti lain, lagu ciptaan seseorang tak bisa diambil alih atau dipergunakan secara sembarangan oleh orang lain.

"Lagu itu adalah properti, seperti halnya rumah."

"Jadi nggak bisa diambil alih begitu saja," jelasnya.

Pada kesempatan itu, Dhani sekaligus menjelasan tujuan dari perjuangan AKSI selama ini.

Ia menuturkan, bahwa AKSI hanya berfokus pada perizinan penggunaan lagu di dalam konser.

"Perjuangan AKSI itu adalah perjuangan untuk memperoleh keadilan di konser, royalti konser. Bukan yang lain ya, bukan yang karaoke, yang TV, bukan yang lain," tutur Dhani.

Dhani pun menilai saat ini masih banyak pihak yang salah mengartikan perjuangan dari AKSI terkait hak cipta.

"Jadi ini masih yang banyak salah sangka bahwa perjuangan AKSI itu royalti dalam bentuk semua, enggak."

"Kita hanya perjuangkan royalti pencipta di pertunjukan musik," ujar Dhani.

(Tribunnews.com/Ifan)

Sesuai Minatmu
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved