Kamis, 23 April 2026

Mood Swing Belum Tentu Bipolar, Ketahui Faktor Penyebabnya

Salah satu kesalahan yang sering terjadi di masyarakat adalah mengaitkan mood swing dengan gangguan mental secara langsung.

Penulis: Aisyah Nursyamsi
Editor: Willem Jonata
CICIAI.COM
ILUSTRASI. 

Selain itu, faktor gaya hidup juga berperan besar.

Kurang tidur, konsumsi kafein berlebihan, hingga stres berat dapat memengaruhi kestabilan suasana hati.

Bahkan kondisi lapar pun bisa memicu perubahan emosi secara drastis.

Saat tubuh kekurangan asupan energi, seseorang cenderung lebih mudah marah dan sensitif.

Mood Swing Itu Normal, Tapi Tetap Perlu Dikelola

Dalam banyak kasus, mood swing merupakan hal yang normal dan tidak perlu dikhawatirkan secara berlebihan.

Terlebih jika perubahan suasana hati tersebut tidak berlangsung lama dan tidak mengganggu aktivitas sehari-hari.

Namun, tetap penting untuk menjaga keseimbangan gaya hidup agar mood tetap stabil.

Mulai dari menjaga pola tidur, mengatur konsumsi kafein, hingga mengelola stres dengan baik.

Dengan memahami penyebabnya, seseorang bisa lebih bijak dalam merespons perubahan suasana hati yang terjadi.

Jangan Langsung Mengaitkan dengan Gangguan Mental

Salah satu kesalahan yang sering terjadi di masyarakat adalah mengaitkan mood swing dengan gangguan mental secara langsung.

Padahal, tidak semua perubahan suasana hati merupakan tanda gangguan serius.

“Jadi nggak semua mood swing itu bipolar, benar. Jadi kita perlu mengenal lebih jauh dulu, yang kita sebut bipolar itu apa,"imbuhnya. 

Karena itu, penting untuk tidak melakukan self-diagnose tanpa pemahaman yang cukup.

Jika perubahan mood terasa ekstrem, berlangsung lama, dan mulai mengganggu aktivitas, barulah perlu dipertimbangkan untuk berkonsultasi dengan tenaga profesional.

(Tribunnews.com/ Aisyah Nursyamsi)

 

 

 

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved