Rabu, 8 April 2026

Mood Swing Belum Tentu Bipolar, Ketahui Faktor Penyebabnya

Salah satu kesalahan yang sering terjadi di masyarakat adalah mengaitkan mood swing dengan gangguan mental secara langsung.

Penulis: Aisyah Nursyamsi
Editor: Willem Jonata
CICIAI.COM
ILUSTRASI. 

Ringkasan Berita:
  • Penting untuk memahami perbedaan antara emosi dan mood sebelum membahas mood swing. Emosi berlangsungnya sesaat, sementara mood berlangsungnya lebih lama
  • Mood memiliki durasi yang lebih panjang dibanding emosi, sehingga ketika terjadi perubahan mendadak, kondisi ini disebut sebagai mood swing
  • Ada banyak faktor yang bisa memicu mood swing, mulai dari yang sederhana hingga yang lebih kompleks

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Pernah merasa pagi hari begitu semangat, tapi tiba-tiba sore hari berubah jadi murung tanpa alasan jelas?

Kondisi ini kerap disebut sebagai mood swing, atau perubahan suasana hati yang terjadi secara tiba-tiba.

Fenomena ini sebenarnya cukup umum terjadi dalam kehidupan sehari-hari dan bisa dialami oleh siapa saja.

Menurut Spesialis Kedokteran Jiwa (Psikiatri) Konsultan di RSUP Dr. Wahidin Sudirohusodo Makassar, dr. Indrawaty Suhuyanli, Sp.KJ(K), M.Kes, penting untuk memahami perbedaan antara emosi dan mood sebelum membahas mood swing.

Baca juga: Kondisi Erika Carlina Usai Melahirkan, Masih Mood Swing, Tamu pun Disortir

“Emosi itu berlangsungnya sesaat, kalau mood itu berlangsungnya lebih lama, berlangsung lebih panjang,"ungkapnya pada talkshow kesehatan virtual yang diselenggarakan oleh Kementerian Kesehatan, Selasa (7/4/2026). 

Artinya, mood memiliki durasi yang lebih panjang dibanding emosi, sehingga ketika terjadi perubahan mendadak, kondisi ini disebut sebagai mood swing.

Apa Itu Mood Swing?

Mood swing terjadi ketika suasana hati berubah dalam waktu singkat tanpa pemicu yang jelas.

Misalnya, seseorang merasa sangat bahagia di pagi hari, namun tiba-tiba merasa sedih di sore hari, padahal tidak ada kejadian besar yang terjadi.

“Misalnya pagi-pagi ini kita rasanya semangat, senang sekali, kemudian nanti sorenya mood swingnya itu rasanya top down, ya kok sedih, padahal di hari itu rasanya semuanya berlangsung biasa-biasa saja,"paparnya. 

Perubahan seperti ini sering membuat seseorang bingung dengan kondisi dirinya sendiri.

Namun, penting untuk dipahami bahwa mood swing tidak selalu berbahaya.

Penyebab Mood Swing yang Sering Terjadi

Ada banyak faktor yang bisa memicu mood swing, mulai dari yang sederhana hingga yang lebih kompleks.

Salah satu yang paling sering terjadi adalah faktor hormonal, terutama pada perempuan.

Perubahan hormon dapat terjadi saat menjelang haid, masa pubertas, kehamilan, hingga setelah melahirkan.

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved