Kaka dan Bimbim Bicara Gebrakan 'Social Movements', Kenang Momen Awal Slank Manggung di Kota Malang
Malang bukan sekadar persinggahan bagi grup band Slank. Kota itu punya arti bagi perjalan karier mereka di blantik musik Indonesia.
Drummer sekaligus pendiri Slank yang saat ini berusia 59 tahun itu mengibaratkan HS seperti “local hero”.
“Banyak banget kegiatan sosial yang dilakukan! Itu klik pertama Slank dengan HS,” lanjut Bimbim.
Sementara, Begundal Lowokwaru sebagai band punk legendaris malang Adalah bagian dari misi HS dalam mendukung musisi lokal. Tak hanya saat konser Slank, HS juga menggelar festival music indie bertajuk Sound of Heroes (SOH). Festival ini digelar Oktober lalu yang mengumpulkan 500 band dari berbagai kota di Indonesia.
Frontman Band Punk Begundal Lowokwaru, Cipeng, mengatakan berbagai program yang ditawarkan HS sebagai social movements alias terobosan pergerakan sosial yang luar biasa.
“Seperti perekrutan disabilitas (untuk jadi karyawan) ini keren banget! Di saat yang bersamaan perusahaan (lain) memandang sebelah mata, tapi HS berani ambil risiko! Keren!” tandas Cipeng.
Konser di Lapangan Rampal Malang dibuka pukul 14.00 WIB. Konser ini tidak menggunakan tiket sebagai syarat masuk. Penonton cukup membawa dua produk HS Mild atau Slim dengan varian rasa sesuai favorit masing-masing.
Slank tampil formasi lengkap 5 personil. Line up pendukungnya tak kalah gahar, punya basis fans militan; Shaggydog (Jogja), Rebellionrose (Jogja), Begundal Lowokwaru (Malang), Superiots (Bogor), dan Rastakrina Soundsystem (Jogja).
Sebelumnya tour HS Malang lebih dulu dihangatkan Minggu pagi mulai pukul 08.00 dengan Sunmoride dan Special Performance OM Adella: The Real Dangdut Koplo. Sejumlah artis Adella bakal menggoyang Lapangan Rampal. Diantaranya Nurma KDI, Listyana Jelita, Difarina Indra, Fendrik Adella dan kawan-kawan. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Slank-2-19042026.jpg)