Perempuan Lebih Rentan Alami Mata Kering, Faktor Hormon hingga Kebiasaan Sehari-hari
Mata perih, sepet, hingga berair, kerap dikeluhkan sebagian perempuan. Ini bisa jadi tanda dry eye atau mata kering.
Ringkasan Berita:
- Perempuan memiliki risiko lebih tinggi mengalami mata kering dibandingkan laki-laki. Kondisi itu dipicu perubahan hormon
- Perubahan hormon dalam tubuh perempuan sangat memengaruhi kondisi mata, khususnya lapisan air mata
- Selain faktor hormon, kebiasaan sehari-hari juga dapat memperburuk kondisi mata kering, terutama pada perempuan
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Mata perih, sepet, hingga berair, kerap dikeluhkan sebagian perempuan. Ini bisa jadi tanda dry eye atau mata kering.
Dokter spesialis mata dari Eka Hospital Permata Hijau, dr. Dearaini, Sp.M, mengungkapkan bahwa perempuan memiliki risiko lebih tinggi mengalami mata kering dibandingkan laki-laki.
“Terutama nih cewek-cewek itu lebih prone to dry eye-loh. Karena hormon-hormonnya. Yang dari nggak punya anak terus tiba-tiba hamil. Dari hamil terus mengalami masa postpartum. Terus tiba-tiba kita menopause Menopause itu tuh ngaruh sama stabilitas tir film kita juga,” jelasnya pada media briefing di Jakarta Selatan, Senin (20/4/2026).
Perubahan Hormon Jadi Faktor Utama
Menurut dr. Dearaini, perubahan hormon dalam tubuh perempuan sangat memengaruhi kondisi mata, khususnya lapisan air mata (tear film).
Mulai dari masa kehamilan, setelah melahirkan, hingga menopause, semuanya dapat menyebabkan ketidakseimbangan pada lapisan pelindung mata tersebut.
Baca juga: Mata Kering Jadi Masalah Serius di Indonesia, 76 Juta Orang Terdampak
Ketika lapisan ini tidak stabil, mata menjadi lebih cepat kering dan mudah mengalami iritasi.
Hal ini menjelaskan mengapa banyak perempuan sering mengeluhkan mata tidak nyaman, meski tidak menyadari penyebabnya.
Menariknya, mata kering tidak selalu terasa kering seperti yang dibayangkan. Banyak orang justru mengalami gejala yang berbeda dan sering disalahartikan.
“Dry eye atau mata kering tuh bisa Pertama matanya kayak kering. Orang-orang banyak bilang sepet sih. Bisa merah, sensasi benda asing. Berpasir, gatel atau kadang bisa berair juga gitu Jadi mata kering tapi kok berair ya? Bisa salah satunya karena itu,” paparnya.
Gejala seperti mata berair sering membuat orang mengira kondisi mata justru baik-baik saja, padahal bisa menjadi tanda gangguan.
Kebiasaan Sehari-hari Ikut Memperparah
Selain faktor hormon, kebiasaan sehari-hari juga dapat memperburuk kondisi mata kering, terutama pada perempuan.
Mulai dari penggunaan masker, lensa kontak, hingga makeup mata yang digunakan setiap hari, semuanya bisa berdampak pada kesehatan mata.
Jika tidak digunakan dengan benar atau tidak dibersihkan secara optimal, kondisi ini bisa membuat mata semakin mudah kering dan iritasi.
Mata kering bukan sekadar masalah ringan. Jika dibiarkan, kondisi ini bisa mengganggu aktivitas sehari-hari, mulai dari bekerja, membaca, hingga menatap layar.
Dengan mengenali risiko dan gejalanya sejak awal, terutama bagi perempuan, langkah pencegahan bisa dilakukan lebih dini.
Menjaga kebersihan, bijak dalam penggunaan produk mata, serta memahami kondisi tubuh sendiri menjadi kunci untuk menjaga kesehatan mata tetap optimal.
(Tribunnews.com/ Aisyah Nursyamsi)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Gangguan-kesehatan-mata-kering-OK.jpg)