Breaking News:

Bulutangkis

Keseriusan Malaysia Benahi Prestasi Bulutangkis Demi Medali Emas Perdana di Olimpiade

Langkah makin serius diambil Malaysia agar bisa membenahi prestasi bulutangkis mereka demi bisa mendulang medali emas perdana di kancah Olimpiade.

instagram/gohliuyung
Ganda campuran Malaysia, Goh Liu Yung dan Chan Peng Soon 

TRIBUNNEWS.COM - Langkah makin serius diambil Malaysia agar bisa membenahi prestasi bulutangkis mereka di kancah Olimpiade.

Malaysia memandang perlu menyusun langkah jangka panjang agar penantian meraih medali emas cabor bulutangkis Olimpiade dapat terealisasi.

BAM selaku organisasi bulutangkis Malaysia terus mengajak berbagai pihak untuk bersinergi guna mewujudkan misi besar tersebut.

Salah satu cara yang ingin ditempuh BAM yakni mempersiapkan para pemain junior Malaysia untuk menjadi penantang medali pada dua edisi Olimpiade berikutnya.

Olimpiade Paris 2024 dan Olimpiade Los Angeles 2028 menjadi dua perhelatan turnamen yang dibidik Malaysia untuk mendulang medali emas perdana cabor bulutangkis.

Baca juga: Jadwal BWF Tour 2021 Pasca Batalnya Korea Open: Piala Sudirman & Thomas Uber di Depan Mata

Baca juga: BWF Angkat Bicara soal Teriakan Ganda Putri Tiongkok di Olimpiade Tokyo

Aaron Chia dari Malaysia (kiri) dan Soh Wooi Yik dari Malaysia menonton shuttlecock dalam pertandingan penyisihan grup bulu tangkis ganda putra melawan Mohammad Ahsan dari Indonesia dan Hendra Setiawan dari Indonesia selama Olimpiade Tokyo 2020 di Musashino Forest Sports Plaza di Tokyo. Senin (26/7/2021). Ahsan/Hendra menghabisi wakil Malaysia Aaron Chia/Soh Wooi Yik di Musashino Forest Sport Plaza, Senin sore WIB, 26 Juli 2021. Tak butuh waktu lama, Ahsan/Hendra memetik kemenangan 21-16, 21-19 dalam laga berdurasi 34 menit. (Alexander NEMENOV/AFP)
Aaron Chia dari Malaysia (kiri) dan Soh Wooi Yik dari Malaysia menonton shuttlecock dalam pertandingan penyisihan grup bulu tangkis ganda putra melawan Mohammad Ahsan dari Indonesia dan Hendra Setiawan dari Indonesia selama Olimpiade Tokyo 2020 di Musashino Forest Sports Plaza di Tokyo. Senin (26/7/2021). Ahsan/Hendra menghabisi wakil Malaysia Aaron Chia/Soh Wooi Yik di Musashino Forest Sport Plaza, Senin sore WIB, 26 Juli 2021. Tak butuh waktu lama, Ahsan/Hendra memetik kemenangan 21-16, 21-19 dalam laga berdurasi 34 menit. (Alexander NEMENOV/AFP) (AFP/ALEXANDER NEMENOV)

Tercatat sejak tahun 1992, Malaysia belum pernah sekalipun mampu memenangkan medali emas di cabor bulutangkis.

Jika dibandingkan Indonesia yang kerapkali mampu mendulang medali emas cabor bulutangkis setiap penyelenggaraan Olimpiade, kecuali Olimpiade London 2012.

Malaysia sejauh ini baru mampu mengoleksi enam medali perak dan tiga medali perunggu, tanpa medali emas di Olimpiade.

Baca juga: BWF Beri Hak Istimewa ke Greysia Polii/Apriyani Rahayu Seusai Rebut Medali Emas Olimpiade

Situasi itu membuat federasi bulutangkis Malaysia (BAM) bergerak cepat untuk bisa mengakhiri paceklik medali emas tersebut.

Berbagai agenda pertemuan dengan berbagai pihak pun telah dilakukan BAM agar bisa menghasilkan prestasi besar nantinya.

Halaman
123
Sumber: TribunSolo.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved