Senin, 1 September 2025

Persaingan Sengit di Kudus, Atlet Muda Panahan Unjuk Gigi di Seri 1 Archery Challenge 2025

Mengalami peningkatan jumlah peserta dari 357 pada tahun lalu, kompetisi tahun ini memperluas cakupan wilayah dan kategori, termasuk penambahan nomor

HandOut/IST
CARI BIBIT MUDA - Kompetisi MilkLife Archery Challenge 2025 Seri 1 yang bergulir pada 9 Mei hingga 11 Mei di Supersoccer Arena, Kudus, Jawa Tengah rampung digelar. Diikuti 428 peserta, kompetisi yang digagas oleh Bakti Olahraga Djarum Foundation dan MilkLife berkolaborasi dengan Persatuan Panahan Indonesia (Perpani) Kudus ini diharapkan mampu melahirkan calon atlet panahan yang kelak akan berlaga di panggung dunia. 

Persaingan Sengit di Kudus, Atlet Muda Panahan Unjuk Gigi di Seri 1 Archery Challenge 2025

TRIBUNNEWS.COM - Sebanyak 428 pemanah muda saling adu bidik dalam ajang MilkLife Archery Challenge 2025 Seri 1 yang digelar di Supersoccer Arena, Kudus, Jawa Tengah, pada 9–11 Mei 2025.

Kompetisi ini merupakan hasil kolaborasi antara Bakti Olahraga Djarum Foundation, MilkLife, dan Perpani Kudus, dengan misi menjaring dan mencetak calon atlet panahan masa depan sejak usia dini.

Baca juga: Buka Rakernas Perpani, Menpora Dito Berharap Cabor Panahan Cetak Sejarah di Olimpiade 2028

Mengalami peningkatan jumlah peserta dari 357 pada tahun lalu, kompetisi tahun ini memperluas cakupan wilayah dan kategori, termasuk penambahan nomor Nasional KU 10.

“Kategori ini kami buka agar kompetisi semakin kompetitif. Peserta jadi punya lawan sepadan dan bisa menunjukkan akurasi tembakan mereka secara lebih adil,” ujar Yoppy Rosimin, Program Director Bakti Olahraga Djarum Foundation.

Peserta datang dari berbagai daerah di Jawa Tengah seperti Kudus, Jepara, Pati, hingga Wonogiri dan Solo.

“Antusiasmenya tinggi. Ini bukti bahwa panahan makin digemari. Kami akan lanjutkan seri keduanya pada Agustus nanti,” tambah Yoppy.

Dukungan terhadap regenerasi atlet juga disampaikan Wakil Ketua Umum II PB Perpani, Abdul Razak.

Ia menilai kejuaraan seperti ini strategis untuk membentuk fondasi prestasi sejak dini.

“Ini bukan hanya ajang lomba, tapi investasi jangka panjang untuk menyuplai pelatnas dengan bibit unggul,” katanya.

Pertarungan Ketat dan Lahirnya Juara Baru

Kejuaraan ini melibatkan kategori individu dan beregu, baik di nomor PVC maupun Nasional, KU 10 dan KU 12. Salah satu bintang kompetisi, Arsakha Dipo Sulistiyo dari SDN Tlogowungu 03 Pati, tampil dominan di final PVC KU 12 putra.

“Saya menang karena tenang. Pesan pelatih adalah fokus dan bidik poin tertinggi,” ujar Arsakha yang baru serius menekuni panahan awal tahun ini.

SD Al Islam Pengkol Jepara keluar sebagai Juara Umum setelah mendominasi di sektor individu dan beregu.

“Latihan intensif membuahkan hasil. Tahun lalu kami belum meraih medali, sekarang juara umum. Target kami berikutnya mempertahankan gelar,” kata pelatih Yulianto.

Halaman
1234
Berita Terkait

Berita Terkini

© 2025 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
About Us Help Privacy Policy Terms of Use Contact Us Pedoman Media Siber Redaksi Info iklan