Atlet MMA Ronald Siahaan Tegur Wali Kota Pematangsiantar yang Sebut Tak Ada Atlet Kaya: Saya Kecewa
Atlet MMA Ronald Siahaan sindir Wali Kota Pematang Siantar di atas panggung setelah pertahankan gelar, kecewa karena disebut atlet tak akan kaya.
Penulis:
Siti Nurjannah Wulandari
Editor:
Arif Tio Buqi Abdulah
TRIBUNNEWS.COM - Viral atlet MMA, Ronald Siahaan memberikan pernyataan kemenangan untuk menyindir Wali Kota Pematangsiantar.
Diketahui Ronald Siahaan berhasil mempertahankan gelar Juara Light Weight One Pride MMA saat melawan Alan Olo pada Minggu (15/6/2025).
Setelah kembali meraih juara, Ronald Siahaan meminta semua orang merekam ucapannya agar perkataannya viral dan sampai ke telinga Wali Kota Pematangsiantar.
"Saya mohon yang ada di sini tolong rekam saya, karena ini ada satu kekecewaan saya yang membuat saya bangkit. Untuk pemimpin daerah, coba dengarkan, rekam, dan viralkan kau bisa," buka Ronald dikutip dari YouTube One Pride MMA.
Petarung bernama lengkap Ronald Mastrana Siahaan tersebut menjelaskan pengalaman junior yang tak menyenangkan saat menghadap Wali Kota tempat asalnya untuk meminta support.
Namun juniornya yang diketahui bernama Ajai Pasaribu justru mendapat perkataan yang mengecewakan.
"Minggu kemarin yang lalu, salah satu junior saya Ajai Pasaribu meminta bantuan kepada pemimpin daerah, Bapak Walikota Pematangsiantar. Saya sangat menghargai bapak, saya tidak akan sebut nama Bapak," ungkapnya.
"Kemarin adik saya minta dukungan, alangkah kecewanya saya mendengar dukungan bapak itu. Bahwasanya Bapak menyuruh atlet itu berhenti," lanjutnya.
Ronald menerangkan, Wali Kota Pematang Siantar meminta atlet tersebut untuk berhenti saja karena mendalami profesi olahraga disebut tak ada uang.
Hal ini membuat Ronald murka dan meminta Wali Kota Pematang Siantar mencabut ucapannya.
Baca juga: Indonesia Kirim 22 Atlet di Kejuaraan Dunia MMA 2025, Tiga Tampil di Dua Ajang Sekaligus
"Tidak ada uang jadi atlet katanya, Tolong pak, kata-kata bapaklah yang harus dicabut dalam-dalam!" tegasnya.
"Kalian tidak tahu, darah-darah kami di sini. Dan ingat, kami bertemu dengan karena kami bangga bertemu dengan pemimpin kami. Tapi bapak bilang 'Tidak ada atlet jadi kaya. Mending kerja di rumah saya, saya gaji'. Jujur saya sangat kuat kecewa," jelasnya.
Menurut Ronald, perkataan pemimpin daerah di atas membuat kehidupan atlet akan mati di masa depan.
Ronald kembali meminta Wali Kota Pematang Siantar mencabut ucapannya.
"Berarti masa depan atlet di Kota Pematang Siantar akan mati. Tolong kata-kata bapak cabut dalam-dalam, karena saya sangat menghargai pemimpin daerah di manapun tolong hargai atlet Indonesia," pungkas Ronald Siahaan.
Sumber: TribunSolo.com
3 Fakta Tewasnya Rindy Liviani: Dijambret saat Cari Kerja di Pematangsiantar, 2 Pelaku Babak Belur |
![]() |
---|
Kronologi Gadis di Pematangsiantar Tewas Dijambret, Korban Melawan dan Menabrak Pembatas Jalan |
![]() |
---|
Terungkap Sosok Penjambret yang Tewaskan Wanita di Pematangsiantar, Salah Satunya Residivis Narkoba |
![]() |
---|
Tangis Orang Tua Wanita yang Tewas Dijambret saat Cari Pekerjaan di Pematangsiantar |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.