Bulutangkis Indonesia Lagi Seret Gelar, Greysia Polii Bilang Begini
Tercatat, prestasi pebulutangkis Indonesia hanya meraih juara di Thailand Masters dan Taipei Open 2025.
Bulutangkis Indonesia Lagi Seret Gelar, Greysia Polii Bilang Begini
Laporan Wartawan Tribunnews.com, Abdul Majid
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Peraih medali emas Olimpiade 2020 Tokyo, Greysia Polii turut memberikan tanggapannya terkait minimnya prestasi bulutangkis Indonesia sepanjang enam bulan terakhir.
Tercatat, prestasi pebulutangkis Indonesia hanya meraih juara di Thailand Masters dan Taipei Open 2025.
Seperti diketahui, Greysia sendiri saat ini ikut membantu dalam percepatan prestasi bulutangkis.
Eks pebulutangkis ganda putri itu didapuk sebagai Tim Ketua Umum Percepatan Prestasi (TKUPP) PBSI pimpinan M. Fadil Imran.
“Dinamika di olahraga itu yang kita memang sama-sama harus sepakat untuk oke sabar, tapi apa perubahannya? Kita harus sabar, tapi apa perubahannya? Itu kan yang terjadi ya,” kata Greysia saat di Kantor NOC Indonesia, Sudirman, Jakarta, Kamis (26/62/2025).
“Tapi di satu sisi memang rada gimana ya, ini kita nggak bisa kayak sesuatu bisnis yang ada end-nya. Nah, ini kan tergantung, kita nggak bisa prediksi kedepannya itu akan seperti apa. Yang kita bisa lakukan adalah melakukan yang terbaik sudah saat ini,”
“Maksudnya, kalau misalnya sekarang evaluasinya adalah A, ya coba untuk kita evaluasi ini, dan kita mungkin kalau evaluasinya kemarin A ternyata enggak dapat, ya coba langsung pivot nih.” terangnya.
Greysia menyadari betul, perlu adanya adaptasi dan butuh waktu untuk semua.
Saat menjadi atlet, Greysia menegaskan dirinya selalu bertekad untuk bisa menjadi juara di setiap pertandingan yang diikutinya.
Meskipun prestasi tertinggi, emas Olimpiade 2020 ia dapatkan juga dengan perjuangan dan dalam kurun waktu yang sangat lama.
“Saya sebagai pelaku olahraga yang di industri olahraga juga sepakat untuk apa yang saya bisa, saya kasih, apa yang lain semuanya itu bisa, ya kita sama-sama bekerja keras untuk menciptakan prestasi buat Indonesia,” kata Greysia.
“Saya juga lebih lama (untuk) berprestasi. Maksudnya, lama saya enggak juara-juara berapa puluh tahun, sudah mau dikeluarin. Makanya itu, maksudnya ada orang yang cepat, ada orang yang prestasinya yang lambat, itu yang nggak bisa prediksi,” terangnya.
Lebih lanjut, wanita yang kini menjabat Komite Eksekutif NOC Indonesia tersebut berharap semua elemen turut bersatu guna kembali meningkatkan prestasi bulutangkis Indonesia.
“Makanya butuh sinkronisasi dari semua pihak gitu. Enggak cuma dari atlet, pengurus, masyarakat, itu perlu banget untuk kita bersatu sih, untuk menciptakan ya prestasi lagi,” pungkasnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Legenda-bulutangkis-Indonesia-Komite-Eksekutif-NOC-Indonesia-Greysia-Polii.jpg)