1.360 Atlet Ramaikan Archery Challenge Kejurnas Panahan Antarklub 2025
Archery Challenge Kejurnas Panahan Antarklub 2025 mempertandingkan empat divisi, yakni Nasional, Compound, Recurve, dan Barebow
“Kami berharap, dengan mata rantai ekosistem dan piramida pembinaan yang kuat ini, para atlet semakin termotivasi untuk berlatih dan mendulang prestasi yang membuat Indonesia digdaya di cabang olahraga panahan,” ujarnya.
Yoppy juga menyinggung rekam jejak prestasi panahan Indonesia di level internasional, mulai dari medali perak Olimpiade Seoul 1988 hingga raihan emas SEA Games Thailand 2025.
“Dengan catatan prestasi tersebut, kami yakin jika ekosistem pembinaan panahan dipupuk dengan baik, bukan tidak mungkin Indonesia kembali berjaya di level yang lebih tinggi seperti Olimpiade,” ucapnya optimistis.
Galeno Rubyan Ashia Medominasi Turnaman
Dari arena pertandingan, pemanah muda asal DKI Jakarta, Galeno Rubyan Ashia, tampil menonjol dengan merebut gelar juara nomor Recurve U13 Perorangan Putra.
Atlet Fast Kodamar itu mengalahkan Ramdhani Khairul Anwar dari Wibawa Mukti Archery di partai final.
“Rasanya senang banget dan lega bisa jadi juara di MilkLife Archery Challenge Kejurnas Antarklub 2025,” kata Galeno.
Ia menyebut disiplin latihan dan doa sebagai kunci keberhasilannya.
“Kunci keberhasilan saya adalah disiplin dalam berlatih dan terus berdoa. Kesuksesan ini saya persembahkan untuk ayah dan bunda yang selalu mendukung dan mendampingi saya,” ujarnya.
Galeno pun memasang target jangka pendek dan mimpi besar ke depan.
“Target terdekat saya masuk Pelatda, tapi mimpi terbesar saya bisa tampil di Olimpiade. Karena itu saya harus terus latihan dan fokus menjadi atlet panahan,” katanya.
Sementara itu, di nomor Recurve U15 Perorangan Putri, pemanah Grobogan Archery School, Kori Rajwa Nuha Saputro, keluar sebagai juara usai menundukkan Alyeva Putri Rafina dari Fast Kodamar.
“Saya berusaha tampil maksimal dengan latihan setiap hari, termasuk latihan fisik supaya lebih siap saat pertandingan,” ujar Kori.
Ia mengaku sempat gugup menghadapi Alyeva, lawan yang sebelumnya pernah mengalahkannya di ajang lain.
“Di final tadi saya fokus pada penampilan diri sendiri dan menjaga kepercayaan diri. Saya sangat senang bisa menjadi juara di Kejurnas Antarklub pertama di Kudus ini,” kata Kori.
Keberhasilan tersebut, menurut Kori, menjadi motivasi besar untuk terus konsisten berlatih demi mewujudkan mimpinya membela Indonesia di tingkat internasional.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Atlet-muda-panahan-Para-peserta-kejuaraan-panahan.jpg)