Indonesia Masters 2026
Nyaris Kena Comeback, Adnan/Indah Akui Terburu-buru dan Panik Saat Ladeni Wakil Korea Selatan
Keinginan untuk segera mengakhiri pertandingan membuat mereka kehilangan kontrol permainan.
Nyaris Kena Comeback, Adnan/Indah Akui Terburu-buru dan Panik Saat Ladeni Wakil Korea Selatan
Alfarizy Ajie Fadhilah/Tribunnews.com
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Ganda campuran Indonesia, Adnan Maulana/Indah Cahya Sari Jamil, mengakui sempat terburu-buru dan panik saat nyaris kehilangan kemenangan pada babak 16 besar Indonesia Masters 2026.
Bertanding di lapangan 2 Istora Senayan, Kamis (22/1/2026), Adnan/Indah harus melalui drama rubber game sebelum menyingkirkan pasangan Korea Selatan, Lee Jongmin/Lee Yu Lim, dengan skor 21-13, 22-20, dan 21-19.
Adnan mengatakan, kesulitan justru datang saat mereka berada dalam posisi unggul cukup jauh.
Keinginan untuk segera mengakhiri pertandingan membuat mereka kehilangan kontrol permainan.
Baca juga: Bukan Syaraf Kejepit, Penyebab Anthony Ginting Tak Bertanding Lawan Jason Teh
"Tadi sih pas di saat poin-poin unggul, sudah jauh-jauh kami terlalu terburu-buru. Jadi banyak melakukan kesalahan-kesalahan sendiri," ujar Adnan.
Situasi tersebut kembali terulang pada gim kedua dan ketiga. Meski sempat memimpin jauh, Adnan/Indah justru memberi kesempatan lawan mengejar karena kesalahan sendiri dan rasa ragu yang muncul di poin-poin krusial.
"Sepertinya sih dari kita nya sendiri ya. Kami yang terlalu terburu-buru dan ragu-ragu juga jadinya. Pas sempat mereka unggul-unggul, eh poin-poin beruntun gitu kami juga sempat panik juga sebenarnya," lanjut Adnan.
Indah pun mengungkapkan hal serupa. Ia menyebut keinginan untuk segera menuntaskan pertandingan justru menjadi bumerang bagi mereka.
"Keburu-buru tuh maksudnya pengen cepet-cepet dapet satu poin lagi terus selesai. Gemes gitu lho, kok satu poin lho gitu maksudnya,” kata Indah.
Beruntung, Adnan/Indah mampu menenangkan diri di momen-momen akhir gim penentuan.
Keduanya memilih bermain lebih aman dan saling mengingatkan untuk tidak memaksakan serangan.
"Makanya kami mencoba tenang, tenang, bola enak jangan mati dulu,” ujar Indah.
Adnan menambahkan, komunikasi menjadi kunci untuk keluar dari tekanan saat kemenangan sudah di depan mata.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/adnan-maulana-ganda-campuran.jpg)