Sabtu, 25 April 2026

Wamenpora Taufik Hidayat Bicara Dua Barometer dan Penajaman Sumber Daya untuk Cabor Olimpiade

Wamenpora, Taufik Hidayat membuka isyarat adanya kemungkinan penajaman fokus dan alokasi sumber daya mempersiapkan Olimpiade.

|

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pesta olahraga Asia Tenggara SEA Games 2025 telah usai, meninggalkan kebanggaan sekaligus catatan penting bagi kontingen Indonesia. Raihan fantastis 91 medali emas, yang melampaui target awal 80 emas, mendapat apresiasi tinggi dari Wakil Menteri Pemuda dan Olahraga (Wamenpora), Taufik Hidayat.

Meski demikian, peraih mendali emas pada Olimpiade Athena 2004 ini mengingatkan agar euforia kemenangan diimbangi dengan evaluasi yang cermat menyongsong pertandingan multievent besar berikutnya, seperti Asian Games 2026 dan Olimpiade.

Hal itu disampaikan Wamen Taufik Hidayat saat sesi wawancara khusus dengan Direktur Pemberitaan Tribun Network, Febby Mahendra Putra di Kantor Kemenpora, Senayan, Jakarta, Selasa (20/1/2026). 

“Bersyukur dan kita apresiasi para atlet, para cabang olahraga. Di luar target, targetnya tadinya kan 80, dapat 91 medali emas," kata Taufik Hidayat.

Namun, mantan pebulutangkis dunia itu langsung memberikan catatan kritis. Dia mengingatkan karakteristik SEA Games yang dinamis, di mana jenis cabang olahraga (cabor) dan nomor pertandingan sangat bergantung pada kebijakan negara tuan rumah.

"Harus catatan juga, SEA Games ini tiap negara penyelenggara itu berbeda-beda cabang olahraga dan nomor-nomornya. Gitu lho," ucapnya.

Ia mencontohkan, kesuksesan di SEA Games 2025 belum tentu dapat terulang di SEA Games 2027 di Malaysia. 

"Kita harus perhatiin juga SEA Games berikutnya 2027 di Malaysia. Apakah cabang olahraga yang kemarin dipertandingkan dan nomornya akan bermain lagi enggak?” terangnya.

Pemerintah melalui Kemenpora kini memetakan strategi dengan melihat dua ‘barometer’ atau ukuran yang berbeda. Pertama, cabang-cabang olahraga yang rutin dipertandingkan di SEA Games. Kedua, cabang olahraga yang menjadi andalan di level Olimpiade.

"Kita akan melihat SEA Games, kita melihat Asian Games, apa lihat Olympic (Olimpiade)?" ujar Taufik.

"Nah, tapi kalau dilihat dari situ, kalau kita mau goal utamanya, kita akan ada dua pilihan. Mana cabang olahraga Olympic, mana cabang olahraga yang memang main di SEA Games. Jadi ada dua barometer di situ. Kita harus evaluasi yang mana, gitu lho," sambung dia.

Taufik pun membuka isyarat adanya kemungkinan penajaman fokus dan alokasi sumber daya.

Tidak semua cabor yang meraih emas di SEA Games akan mendapat prioritas yang sama, terutama jika cabang tersebut bukan termasuk dalam program Olimpiade.

Ia menegaskan keberhasilan di SEA Games 2025 harus menjadi batu loncatan dan motivasi bagi seluruh stakeholder olahraga nasional.

"Yang pasti tentunya dengan kemarin dapat 91 medali emas buat Indonesia, itu jadi pacuan, jadi motivasi buat kami dari tim Kemenpora dan cabang olahraga yang lain juga," terangnya.

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved