Kamis, 23 April 2026

BWF World Tour

Respons Atlet soal Sistem Skor 3x15, Menunggu Keputusan saat Thomas Uber Cup 2026

Atlet beri respons baik soal perubahan sistem skor jadi 3x15, keputusan penggunaan sistem baru saat Thomas Uber Cup 2026.

Penulis: Niken Thalia
Editor: Drajat Sugiri

BWF memiliki alasan mengapa menggunakan sistem skor tersebut tertuju pada kepuasan penonton.

Federasi tersebut menilai bahwa penonton lebih tertarik pada fase akhir gim atau end game.

lihat fotoPEARLY/THINAAH - Ganda putri Malaysia, Pearly Tan/Thinaah Muralitharan saat bertanding di Badminton Asia Championships 2025 babak 32 besar pada 9 April 2025 di Ningbo Olympic, China. (Foto: Badminton Asia)
PEARLY/THINAAH - Ganda putri Malaysia, Pearly Tan/Thinaah Muralitharan saat bertanding di Badminton Asia Championships 2025 babak 32 besar pada 9 April 2025 di Ningbo Olympic, China. (Foto: Badminton Asia)

Dengan 15 poin, pemain mencapai fase kritis lebih cepat, sehingga intensitas dan ketegangan terjaga sejak awal.

Sistem ini bukan hanya memuaskan penonton tapi juga membantu penyelenggara turnamen dan pemegang hak siar (TV) dalam mengatur jadwal.

Khususnya agar tidak terjadi keterlambatan besar terutama pada sektor Ganda Putri yang sering durasinya sangat lama.

Bukan hanya untuk pentonon dan penyelenggara, sistem ini juga dapat keuntungan untuk pemain.

Dari sisi pemain, sistem ini dinilai bisa mengurangi jumlah reli per pertandingan secara keseluruhan.

Diharapkan dapat memperpanjang masa karier pemain dan mengurangi risiko cedera akibat kelelahan kronis.

Kapan Diputuskan?

Dari laporan BWF, usulan ini akan dibawa ke pemungutan suara resmi pada BWF Annual General Meeting (AGM) pada 25 April 2026 di Denmark.

Akan dilakukan pemungutan suara oleh delegasi resmi seperti tiap negara anggota BWF mengirimkan maksimal 2 delegasi. Satu di antaranya ditunjuk sebagai Voting Delegate atau pemegang hak suara.

Tidak semua negara punya jumlah suara yang sama. BWF punya sistem poin di mana satu negara bisa punya 1 sampai 5 suara.

Hal ini tergantung pada keaktifan mereka di turnamen internasional dan jumlah pemain top yang mereka miliki dalam periode 4 tahun terakhir.

Jika disetujui, kemungkinan besar akan mulai diterapkan pada kalender turnamen 2026/2027.

(Tribunnews.com/Niken)

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved