Mengenal Konsep Street Golf yang Diusung CGF dalam Street Golf Indonesia
Konsep permainan ini hanya melibatkan tiga unsur utama, yakni stik, bola, dan target, serta dapat dimainkan secara individu
Mengenal Konsep Street Golf yang Diusung CGF dalam Street Golf Indonesia
Abdul Majid/Tribunnews.com
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ciputra Golfpreneur Foundation (CGF) menggelar Ciputra Golfpreneur Awards 2026 di Raffles Jakarta, Kamis (12/3/2026).
Ajang ini menjadi bentuk apresiasi kepada berbagai pihak yang selama ini berkomitmen mendukung pengembangan golf Indonesia melalui penyelenggaraan Ciputra Golfpreneur Junior World Championship (CGJWC) dan Ciputra Golfpreneur Tour (CGT).
Baca juga: 120 Pegolf Ikuti Turnamen Golf Indonesia Womens Open di Damai Indah Golf BSD
Pendiri sekaligus Ketua Dewan Pengawas CGF, Budiarsa Sastrawinata, menyampaikan bahwa penghargaan ini merupakan wujud terima kasih kepada para individu dan perusahaan yang telah memberikan kontribusi besar terhadap perjalanan CGF.
“Kami bersyukur karena selama ini banyak pihak yang selalu mendukung CGF, terutama dalam penyelenggaraan Ciputra Golfpreneur Junior World Championship dan Ciputra Golfpreneur Tour. Mereka memiliki tujuan yang sama dengan kami, yaitu mendorong perkembangan prestasi olahraga golf di dalam negeri, regional, dan dunia,” ujar Budiarsa.
Ia menambahkan, penghargaan tersebut diberikan tidak hanya kepada sponsor yang terlibat pada tahun terakhir, tetapi juga kepada pihak-pihak yang telah berkontribusi sejak awal penyelenggaraan dua turnamen tersebut.
Dalam ajang penghargaan ini, CGF memberikan tiga kategori award kepada perusahaan, yakni gold, silver, dan bronze.
Selain itu, penghargaan khusus juga diberikan kepada sejumlah tokoh yang dinilai memiliki jasa besar dalam mendukung perkembangan yayasan.
Turnamen Ciputra Golfpreneur Junior World Championship sendiri merupakan salah satu kompetisi golf junior paling bergengsi di Indonesia. Turnamen ini pertama kali digelar pada 1993 atas inisiasi almarhum Ciputra.
Awalnya berskala nasional, kompetisi ini kemudian berkembang ke tingkat Asia Tenggara, Asia Pasifik, hingga akhirnya menjadi turnamen level dunia sejak 2007.
Sementara itu, Ciputra Golfpreneur Tour merupakan turnamen profesional yang masuk dalam rangkaian Asian Development Tour (ADT) sejak 2014. Pada edisi ke-10 tahun lalu, total hadiah turnamen ini meningkat menjadi US$150 ribu.
Ketua CGF, Nararya Ciputra Sastrawinata, menjelaskan bahwa yayasan ini memiliki visi jangka panjang untuk melahirkan pegolf Indonesia yang mampu bersaing di level dunia, termasuk tampil di Olimpiade.
“Target kami suatu saat nanti ada pegolf Indonesia yang bisa tampil di Olimpiade. Selama ini kami memberikan dukungan kepada atlet potensial, mulai dari junior, amatir, hingga profesional,” kata Nararya.
Melalui penghargaan ini, CGF berharap semakin banyak perusahaan dan pihak yang berkomitmen untuk mendukung perkembangan golf nasional sehingga Indonesia dapat melahirkan lebih banyak atlet yang mampu bersaing di turnamen internasional bergengsi.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Ciputra-Golfpreneur-Foundation-212121.jpg)