Selasa, 21 April 2026

PBSI Tunjuk Ricky Soebagdja Jadi Kepala Pelatnas Wilayah

Ricky yang juga menjabat Sekretaris Jenderal PP PBSI akan bertugas untuk mensinkronisasi serta mengawasi kerja pelatwil

Tribunnews/Alfarizy AF
SELEKNAS 2025 - Sekretaris Jenderal PP PBSI, Ricky Soebagdja, ketika ditemui usai pembukaan Seleknas 2025 di Pelatnas Cipayung, Jakarta Timur, Selasa (11/2/2025). Sebanyak 111 atlet turut serta untuk mendapatkan tiket masuk ke Pelatnas PBSI. 

PBSI Tunjuk Ricky Soebagdja Jadi Kepala Pelatnas Wilayah

Abdul Majid/Tribunnews.com

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pengurus Pusat Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PP PBSI) menunjuk Ricky Soebagdja sebagai Kepala Pelatnas Wilayah (Pelatwil) tahun 2026.

Penunjukan ini menjadi bagian dari langkah strategis dalam memperkuat pembinaan atlet bulutangkis melalui sistem desentralisasi.

Ricky yang juga menjabat Sekretaris Jenderal PP PBSI akan bertugas untuk mensinkronisasi serta mengawasi kerja pelatwil sebagai perpanjangan tangan pelatnas.

Program pelatwil sendiri bertujuan menjaring talenta-talenta muda berbakat dari berbagai daerah sekaligus menjadi jembatan antara pembinaan di tingkat daerah dengan pelatnas utama di Cipayung, Jakarta.

Sejak diluncurkan pada November 2025, pelatwil telah berjalan di dua wilayah, yakni Medan, Sumatera Utara untuk wilayah barat dan Surabaya, Jawa Timur untuk wilayah tengah. Dari hasil seleksi, saat ini tercatat 16 atlet di pelatwil barat dan 32 atlet di pelatwil tengah.

"Bapak Ketua Umum menunjuk saya sebagai ketua pelatwil yang bertugas untuk memastikan secara keseluruhan pelatwil ini bisa berjalan setelah dibentuk pada tahun lalu," ucap Ricky.

"Jadi betul-betul dari mulai program latihan dan lain sebagainya itu meneruskan nanti ke pemusatan latihan nasional. Keterlibatan PBSI pusat sendiri dengan dua pelatwil ini, yang pertama tentu memonitoring perjalanannya, prosesnya, jadi bukan hanya diadakan terus ditinggal begitu ya, tapi kita yang memang menyiapkan semua. Dari yang pertama biayanya lalu dalam perekrutan pelatih utama, kita yang merekomendasikan dan koordinasi dengan penanggung jawab langsung di sana,” terangnya.

Ia memastikan program latihan di pelatwil akan selaras dengan pelatnas, meski dengan penyesuaian bobot latihan mengingat para atlet yang masih berusia muda.

"Saat ini saya sedang menunggu laporan untuk program-program latihan di sana. Yang pasti mereka semuanya harus di bawah pusat. Kita akan betul-betul turun memantau,” kata Ricky.

Dalam waktu dekat, Ricky dijadwalkan mengunjungi pelatwil tengah di Surabaya untuk melakukan koordinasi langsung sekaligus memastikan kesiapan atlet menghadapi ajang Sirkuit Nasional A Jawa Timur.

Sebagai mantan atlet dan legenda bulutangkis Indonesia, Ricky menyambut positif kembali diaktifkannya pelatwil. Ia menilai program ini penting untuk menjaga kesinambungan pembinaan atlet dari daerah.

"Dulu di zaman saya ada yang namanya pelatda atau pusdiklat lalu vakum dan sekarang di kepengurusan pak Fadil kembali diaktfikan. Saya rasa itu sangat baik dan harus terus dilanjutkan. Bagaimana yang terbaik di wilayah itu dijaga dan dipantau perkembangannya," ujar peraih medali emas Olimpiade Atlanta 1996 ini.

Ricky juga berharap para atlet pelatwil dapat menunjukkan perkembangan signifikan dalam berbagai aspek.

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved