Jumat, 15 Mei 2026

Trek Makin Curam dan Cepat, Persaingan Men Elite Diprediksi Memanas di Indonesian Downhill 2026

Penyelenggara menghadirkan sejumlah perubahan teknis pada musim 2026 demi meningkatkan standar kompetisi.

Tayang:
Tribunnews.com/HO/IST
TERBANG - Aksi terbang pebalap sepeda downhill M Abdul Hakim di ajang 76 Indonesian Downhill musim lalu di Ternadi Bike Park, Kudus. 

Penyelenggara menilai peningkatan standar kompetisi penting dilakukan untuk mendukung perkembangan prestasi atlet downhill Indonesia di level internasional.

Agnes Wuisan dari 76 Rider mengatakan inovasi musim ini juga terinspirasi dari keberhasilan rider Indonesia di SEA Games Thailand 2025, termasuk Rendy Varera Sanjaya dan Riska Amelia.

“Pencapaian prestasi atlet harus dibarengi peningkatan ekosistem dan standar kualitas kompetisi. Tujuannya supaya kualitas downhiller Indonesia semakin tinggi dan peluang berprestasi di level internasional semakin besar,” kata Agnes.

Ia menegaskan rider kini dituntut lebih berani mengambil risiko dan mampu mendorong batas kemampuan masing-masing.

Livestream dan Data Balap Ditingkatkan

Selain pembaruan lintasan, penyelenggara juga meningkatkan kualitas tayangan livestream untuk penggemar downhill di seluruh Indonesia.

Tayangan musim ini akan menampilkan data rider secara real-time, statistik perlombaan yang lebih lengkap, dan visual yang lebih informatif.

Dari sisi kategori, 76 Indonesian Downhill 2026 tetap mempertandingkan 10 kelas. Kelas Men Elite, Women Elite, dan Junior tetap menjadi fokus utama dengan status internasional bersertifikasi UCI C1.

Sementara kelas Men Youth dan Women Youth dipertahankan untuk mendukung regenerasi atlet muda.

Rider Sambut Positif Trek Baru

Perubahan konsep lintasan mendapat respons positif dari para rider elite nasional.

Pebalap Team 76 Rider DH Squad, Mohammad Abdul Hakim atau Jambol, menilai trek yang lebih curam dan minim pedaling akan membantu rider Indonesia lebih siap menghadapi kompetisi internasional.

“Rider Indonesia biasanya kurang terbiasa dengan trek Eropa yang sangat curam dan ekstrem. Konsep trek baru ini sangat bagus untuk meningkatkan kemampuan dan mentalitas rider,” ujarnya.

Jambol mengaku telah mempersiapkan fisik, skill, hingga setting sepeda secara maksimal untuk menghadapi seri perdana di Bukit Hijau Bike Park.

Ia juga memprediksi persaingan kelas Men Elite musim ini akan semakin ketat dengan munculnya banyak rider muda agresif, termasuk juara umum Men Elite 2025, Pandu Satrio.

“Kelas elite sekarang semakin ketat karena banyak rider muda yang nyalinya besar dan tampil agresif. Kalau lengah sedikit saja, akan sulit bersaing,” katanya.

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved