BWF World Tour
Jojo Beberkan Plus Minus Jadi Atlet Independen Setelah Tembus Final Polytron Indonesia Open 2026
Jojo ungkap perubahan terbesar usai jadi atlet independen: komunikasi tim lebih terbuka dan fleksibel.
Semua pihak memberikan pandangan dari bidang masing-masing sebelum akhirnya menentukan program yang dianggap paling tepat.
"Kami bisa sama-sama mencari apa yang kurang. Saya merasa kurangnya A, mungkin tim melihat kurangnya B atau C. Lalu kami diskusikan sampai ketemu masalah utamanya dan fokus memperbaiki itu," terang Jojo.
Lebih lanjut, peraih medali emas Asian Games 2018 tersebut menilai sistem seperti itu membuat seluruh elemen pendukung bekerja dalam satu visi yang sama.
Dengan begitu, program latihan, pemulihan kondisi tubuh, hingga aspek mental dapat berjalan lebih selaras.
Meski merasakan manfaat dari sistem yang dijalankannya saat ini, Jojo menegaskan dirinya tidak sedang membandingkan atau menilai Pelatnas lebih buruk.
Ia memahami para pelatih di Pelatnas juga memiliki tekanan dan tanggung jawab besar terhadap pengurus.
"Perbedaannya sebenarnya tipis. Bukan berarti di dalam komunikasinya sulit. Cuma sekarang semuanya lebih banyak didiskusikan bersama sehingga setiap bagian bisa berjalan lebih sinkron," pungkas Jonatan. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Jonatan-Christie-Melaju-ke-final-Indonesia-Open-untuk-pertama-kalinya.jpg)