Liga Champions
Statistik Gila Arsenal seusai Kalahkan Sporting CP: Minim Kebobolan dan Raja Super Sub
Arsenal catatkan statistik mentereng usai kalahkan Sporting CP di Liga Champions: Minim kebobolan hingga rajanya memanfaatkan pemain pengganti.
Ringkasan Berita:
- Arsenal menang dramatis 1-0 atas Sporting CP: Gol kemenangan dicetak Kai Havertz di menit 90+1 sebagai pemain pengganti.
- Kekuatan “super sub” jadi senjata utama: Arsenal mencatat kontribusi besar dari pemain cadangan musim ini, menunjukkan kedalaman skuad yang luar biasa.
- Declan Rice ulangi rekor Mikel Arteta pada 2013 usai tampil solid merebut bola sebanyak 13 kali melawan Sporting CP.
TRIBUNNEWS.COM – Arsenal sukses meraih kemenangan penting saat bertandang ke markas Sporting CP pada leg pertama perempat final Liga Champions, Rabu (8/4/2026) dini hari WIB.
Bermain di Jose Alvalade Stadium, Portugal, The Gunners menang tipis 1-0 melalui gol dramatis di penghujung laga.
Satu-satunya gol dalam pertandingan ini dicetak oleh Kai Havertz usai memanfaatkan umpan lambung dari Gabriel Martinelli pada menit ke-90+1.
Menariknya, Havertz bukan starter dalam laga ini. Ia baru masuk pada menit ke-71 menggantikan kapten tim, Martin Odegaard.
Keputusan tersebut terbukti jitu, karena Havertz mampu memanfaatkan momentum di menit akhir untuk memastikan kemenangan Arsenal di leg pertama.
Arsenal Raja “Super Sub” Musim Ini
Gol Havertz semakin menegaskan kekuatan Arsenal dari bangku cadangan musim ini, dikutip dari data @OptaJoe di X.
Secara statistik, Arsenal telah mencatatkan 38 keterlibatan gol dari pemain pengganti di semua kompetisi, dengan rincian: 24 gol dan 14 assist.
Jumlah tersebut menjadi yang terbanyak dibandingkan klub mana pun di lima liga top Eropa musim ini, menunjukkan kedalaman skuad The Gunners yang luar biasa.
Baca juga: Hasil Liga Champions: Arsenal Menang Dramatis di Detik-detik Terakhir, Kai Havertz Penyelamat
Pertahanan Solid Jadi Kunci
Selain tajam di momen krusial, Arsenal juga tampil sangat solid dalam bertahan sepanjang Liga Champions musim ini.
Mereka menjadi tim terbaik dalam beberapa aspek penting:
- Rata-rata kebobolan per laga: 0,5 gol. Dalam praktiknya: dari 2 pertandingan, mereka biasanya hanya kebobolan 1 gol.
- Rata-rata peluang lawan per laga: 0,75. Angka 0,75 berarti lawan hanya punya peluang kecil tiap laga.
- Tembakan tepat sasaran yang dihadapi: 2,7 per laga. Artinya, lawan rata-rata hanya bisa membuat 2–3 tembakan yang benar-benar mengarah ke gawang setiap pertandingan.
- Waktu tertinggal paling sedikit: 42 menit 48 detik. Ini berarti total waktu Arsenal dalam kondisi sedang kalah hanya 42 menit 48 detik sepanjang kompetisi.
Catatan ini menegaskan bahwa Arsenal bukan hanya efektif menyerang, tetapi juga sangat disiplin dalam menjaga lini belakang.
Declan Rice Samai Rekor Arteta
Performa impresif juga ditunjukkan oleh gelandang andalan Declan Rice.
Dalam laga ini, Rice mencatatkan 13 kali perebutan bola, menjadi yang terbanyak untuk pemain Arsenal di fase gugur Liga Champions dalam lebih dari satu dekade terakhir.
Ia menyamai rekor yang sebelumnya dipegang oleh Mikel Arteta saat menghadapi Bayern Munchen pada Februari 2013.
Modal Berharga Jelang Leg Kedua
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Penyerang-Arsenal-Kai-Havertz-melakukan-selebrasi-saat-melawan-Sporting-CP-di-Liga-Champions.jpg)