Kampanye Clean Up to the Countdown untuk melegalisasi Aset Software Perusahaan di Indonesia

Penyelesaian masalah membutuhkan dukungan pemimpin perusahaan secara serius menghentikan penggunaan software tidak berizin di perusahaan mereka

Kampanye Clean Up to the Countdown untuk melegalisasi Aset Software Perusahaan di Indonesia
istimewa
Tarun Sawney, Senior Director BSA for APAC, Sarno Wijaya SH., MH, Direktur Teknologi Informasi, Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual, dan Andy Suryanto, Head of IT Department at PT Amerta Indah Otsuka sedang membahas bagaimana kampanye “Clean Up to the Countdown” yang diluncurkan hari ini dapat menjangkau 10.000 perusahaan di seluruh Indonesia yang dianggap rentan terhadap risiko penggunaan software ilegal sampai akhir tahun 2019. 

Selain itu, pemimpin perusahaan di Indonesia pun perlu giat memastikan perusahaannya mematuhi peraturan dan memberi pesan bahwa penggunaan software tidak berizin tidak dapat diterima dan dapat menimbulkan risiko serius bagi perusahaan serta pelanggan mereka.

Baca: 13 Subsatgas Antimafia Bola Akan Bertemu Matangkan Konsep Pelaksanaan Tugas

“Perusahaan di Indonesia dapat menghindari akibat negatif dengan mengaudit software-nya secara sukarela dan memastikan bahwa software yang digunakan telah memiliki izin resmi,” kata Sawney, “Untuk itu, dibutuhkan upaya, yang secara langsung melibatkan pemimpin dan pejabat tinggi perusahaan, yang berkepentingan untuk melindungi data pelanggan, aset digital perusahaan, reputasi, dan kesejahteraan keuangan mereka. Itu adalah gagasan di balik kampanye tersebut.”

 Andy Suryanto, Kepala Departemen Teknologi Informasi (IT) PT Amerta Indah Otsuka, perusahaan layanan kesehatan konsumen dan nutrasetikal terkemuka, di acara peluncuran kampanye ‘Clean Up to the Countdown’ mengatakan, “Indonesia adalah pendorong utama ekonomi ASEAN.

Sebagai warga negara Indonesia, kami menyadari pentingnya melegalisasikan software sebagai bentuk pertahanan pertama dalam menghadapi serangan siber. Dengan melegalisasikan aset software, kita dapat melindungi reputasi negara, bisnis, dan keamanan data pemangku kepentingan.”

“Dari sudut pandang bisnis, penggunaan software berizin adalah keputusan sangat tepat untuk menjamin operasional perusahaan, yang aman dan bersih. Di PT Amerta Indah Otsuka, kami tidak hanya menaruh perhatian khusus pada kesejahteraan sumber daya manusia, namun juga pada kesehatan siber perusahaan,” tambah Suryanto.

Baca: Peringkat Kemudahan Bisnis di Indonesia Stagnan, Bank Dunia Salahkan Faktor Tenaga Kerja

Menurut BSA, pemerintah Indonesia memiliki peluang mengurangi tingkat penggunaan software ilegal secara nasional.

Peta jalan yang ditawarkan BSA mencakup upaya bersama dalam menegakkan dan mengedukasi pemimpin perusahaan untuk menghapuskan penggunaan software tidak berizin oleh perusahaannya.

BSA mendorong pemerintah Indonesia menetapkan sasaran pengurangan penggunaan software ilegal jangka pendek dan jangka panjang.

“Untuk jangka pendek, sasarannya adalah mengurangi tingkat penggunaan software ilegal di kalangan perusahaan di Indonesia di bawah angka saat ini, 80 persen, yang sangat berisiko terhadap keamanan data,” kata Sawney.

Baca: Indonesia Kian Rentan Terhadap Serangan Malware

“Dalam jangka panjang, Indonesia perlu menurunkan tingkat penggunaan software ilegal hingga mendekati rata-rata kawasan, yang saat ini berada di angka 57 persen. Kedua hal tersebut dapat dicapai apabila pemerintah bertekad bulat dalam menindaklanjutinya secara sungguh-sungguh.”

Halaman
123
Editor: Eko Sutriyanto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved