Breaking News:

Virus Corona

Tekan Laju Penyebaran Covid-19, Halodoc Siagakan 1.000 Dokter

Pengguna Halodoc bisa melakukan cek risiko Covid-19 secara mandiri melalui shuffle card yang ada di aplikasi.

TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
ilustrasi: Petugas kesehatan melayani para peserta pengobatan gratis yang diadakan oleh halodoc di Jakarta, Rabu (6/09/2017). Program pemeriksaan untuk 1.000 orang driver ojek online ini merupakan bagian dari kampanye Indonesia sehat yang dilakukan oleh halodoc. TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Platform layanan kesehatan, Halodoc terus berupaya untuk meningkatkan kesiapan masyarakat dalam mengantisipasi risiko virus corona atau Covid-19.

Halodoc mengajak masyarakat untuk berkonsultasi kesehatan jarak jauh dan memfasilitasi kebutuhan obat-obatan, serta alat pendukung kesehatan lainnya.

Upaya ini juga sejalan dengan gerakan social distancing atau jaga jarak sebagai strategi yang diterapkan pemerintah untuk memutus mata rantai penularan Covid-19.

CEO Halodoc Jonathan Sudharta mengatakan edukasi masyarakat tetap menjadi langkah preventif yang efektif di tengah kepanikan akibat pemberitaan Covid-19.

Baca: Ganjar Pranowo Umumkan Kegiatan Belajar di Rumah Diperpanjang sampai 13 April 2020

Baca: Fakta Terbaru Erupsi Gunung Merapi, Kolom Abu Capai 5 Kilometer, Warga Panik Hingga Area Hujan Abu

"Setiap harinya Halodoc telah mengeluarkan paling tidak 3-4 konten edukasi yang dapat diakses masyarakat di platform Halodoc. Terutama terkait upaya pencegahan penularan, seperti pentingnya melakukan physical distancing hingga mitos dan fakta yang banyak beredar di masyarakat," tutur Jonathan melalui keterangan resmi, Jumat (27/3/2020).

Pengguna Halodoc bisa melakukan cek risiko Covid-19 secara mandiri melalui shuffle card yang ada di aplikasi.

Halodoc juga memastikan semua pengguna dapat berkomunikasi dengan dokter terkait keluhan gejala Covid-19 kapan pun dan dimana pun, yaitu dengan menambah jumlah dokter yang siaga secara online.

Saat ini setidaknya ada lebih dari 22.000 dokter berlisensi yang tergabung di ekosistem Halodoc, dengan 1.000 dokter dialokasikan khusus untuk memberikan konsultasi terkait Covid-19.

Kemudian, menyikapi kelangkaan serta tingginya harga produk penunjang kesehatan seperti masker, Halodoc terus berupaya memastikan produk-produk tersebut tetap tersedia dan dapat dibeli melalui aplikasi Halodoc dengan harga wajar.

"Kami terus mengajak lebih dari 1.800 apotek rekanan kami untuk bersama-sama menciptakan suasana kondusif, yaitu dengan menjaga harga jual seluruh alat penunjang kesehatan seperti masker, cairan pembersih tangan dan multivitamin di harga yang wajar," ungkap Jonathan.

Lewat transaksi daring, obat-obatan dan alat penunjang kesehatan ini dapat diakses masyarakat melalui aplikasi Halodoc yang akan diantarkan langsung oleh kurir GoSend ke rumah pelanggan, sehingga masyarakat tidak perlu keluar rumah.

Penulis: Lita febriani
Editor: Sanusi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved