Go Digital, Cara UMKM Produk Alat Dapur Ini Bertahan di Era Pandemi

Inilah yang di alami oleh Rico Ade Mandana, pemilik dari Dadalala yang fokus dalam menjual berbagai macam produk alat dapur yang terbuat

Penulis: Eko Sutriyanto
Editor: Hendra Gunawan
istimewa
Rico Ade Mandana, pemilik dari Dadalala yang fokus dalam menjual berbagai macam produk alat dapur yang terbuat dari bahan kayu. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Eko Sutriyanto

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pandemi membuat banyak usaha tumbang.

Memasarkan produk melalui media digital adalah cara terbaik untuk tumbuh berkembang. Dengan memanfaatkan marketplace, social media dan website, produk alat dapur pun bisa dikenal dan dikirimkan hingga mancanegara.

Inilah yang di alami oleh Rico Ade Mandana, pemilik dari Dadalala yang fokus dalam menjual berbagai macam produk alat dapur yang terbuat dari bahan kayu.

Produk seperti cobek, lumpang, ulekan dan spatula yang biasanya di jual di pasar tradisional, sekarang dikirimnya hingga Malaysia dan Filipina dengan memanfaatkan media digital.

Baca juga: Majukan UMKM, KBIJ Sediakan Layanan Informasi untuk Anggota ALUDI

“Pandemi Covid-19 sangat berdampak pada UMKM yang memproduksi peralatan dapur dari kayu, karena selama ini metode pemasarannya masih konvensional melalui pasar tradisional.

Jadi kalau penjualan di pasar sedang lesu, maka stok di produksi akan menumpuk, hal ini tentu akan menghambat perputaran modal yang dijalankan,’ kata Rico dalam keterangannya, Rabu (2/3/2022).

Pengalaman dalam dunia digital marketing dimanfaatkannya untuk membantu memasarkan produk UMKM yang ada di Kota Batu, Jawa Timur.

Berbekal website pribadinya yang beralamat di www.dadalala.com, Rico mencoba membantu memasarkan produk para pengrajin alat dapur tersebut hingga dikenal masyarakat.

Baca juga: Jokowi Kagum, Talenta Digital Lokal di Induk Perusahaan Shopee Beri Solusi Teknologi Bagi UMKM

Selain menggunakan website, pria kelahiran 31 tahun silam ini juga menggunakan marketplace sebagai media promosinya.

Menurutnya, banyak hal keuntungan jika pembelian dilakukan melalui marketplace.

“Keuntungan memasarkan produk lewat marketplace adalah dapat menjangkau pasar luar negeri tanpa kita harus ribet mengurus dokumen dan lain sebagainya.

Selain itu, kemudahan pembayaran dan fasilitas subsidi gratis ongkir juga menjadi daya tarik kenapa orang senang belanja melalui marketplace.

Bahkan pada tanggal tertentu marketplace selalu mengadakan event yang membuat pelanggan akan beli lagi dan lagi” ujarnya.

Baca juga: Akurindo Dorong Penguatan Peran Perempuan di Sektor UMKM Nasional

Ia juga menjelaskan, bahwa selain website dan marketplace ada satu lagi tempat untuk mempromosikan produk agar lebih dikenal banyak orang yakni melalui sosial media.

“TikTok dan Instagram merupakan dua social media yang memiliki pengguna sangat loyal.

Dua media inilah tempat paling tepat untuk mempromosikan proses kegiatan produksi, packaging dan live streaming. Nantinya tujuan akhir tetap belanja melalui website atau marketplace agar lebih aman,” pungkasnya.

Rico mengatakan bahwa ada berbagai jenis kayu yang digunakan oleh Dadalala meliputi kayu seperti pinus, lamtoro, sonokeling, jati, dan mahoni. Namun, kayu mahoni merupakan kayu paling banyak digunakan.

Jenis kayu inilah yang dipakai sebagai bahan baku pembuatan kapstok baju, mangkok, sumpit, sendok, garpu, gelas, spatula, talenan dan piring yang merupakan produk terlaris di Dadalala.

  • KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved